
KABUPATEN BEKASI — PATROLI86.COM // Anggota Forum Wartawan Bekasi Raya (FWBR), Fajar yang akrab disapa Bang Kancil, menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam menindaklanjuti tuntutan massa aksi damai solidaritas insan pers, Kamis (15/10/2026).
Dalam orasinya, Bang Kancil menyoroti lamanya waktu yang harus dilalui peserta aksi untuk menunggu kejelasan sikap pemerintah daerah. Massa disebut telah menunggu sejak pagi hingga siang hari, tetapi hasil yang disampaikan belum memenuhi harapan, terutama terkait tuntutan pencopotan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait.
Ia juga menyayangkan minimnya komunikasi dari pihak Pemkab Bekasi kepada massa aksi. Setelah 10 perwakilan media menyampaikan aspirasi, peserta aksi lainnya harus menunggu berjam-jam tanpa memperoleh penjelasan langsung dari perwakilan pemerintah daerah.
“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut kejelasan. Jangan sampai kawan-kawan wartawan menunggu berjam-jam tanpa kepastian. Pemerintah daerah harus segera mengambil sikap,” tegas Bang Kancil dalam orasinya.
Ia mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi agar berani mengambil keputusan yang tegas, adil, dan tidak pandang bulu dalam menyikapi persoalan dugaan penghinaan terhadap wartawan yang menjadi pemicu aksi solidaritas tersebut.
Menurut Bang Kancil, tuntutan pencopotan Kepala DLH Kabupaten Bekasi harus mendapatkan tanggapan yang jelas dari pemerintah daerah. Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan tindak lanjut.
“Kami akan terus mengawal proses ini sampai ada kejelasan. Plt Bupati Bekasi harus berani mengambil langkah yang adil dan memberikan kepastian atas persoalan yang terjadi,” ujarnya.
Dalam orasinya, Bang Kancil juga meminta perwakilan Pemkab Bekasi segera menyampaikan hasil keputusan kepada massa aksi agar peserta tidak terus menunggu tanpa kepastian.
Ia bahkan memperingatkan bahwa massa aksi dapat melanjutkan langkah dengan memasuki Gedung Bupati Bekasi apabila tidak ada keputusan yang jelas dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Bang Kancil menegaskan, aksi solidaritas tersebut merupakan bentuk desakan agar profesi wartawan dihormati dan setiap persoalan yang melibatkan pejabat publik ditangani secara bertanggung jawab.
Ia berharap Plt Bupati Bekasi segera memberikan respons konkret terhadap tuntutan insan pers serta memastikan persoalan dugaan penghinaan terhadap wartawan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.







