
*KAYONG UTARA, http://PATROLI86.COM -* Keluhan keras datang dari masyarakat di wilayah *Melanau, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.* Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dilaporkan melambung tinggi hingga mencapai *Rp16.000 sampai Rp18.000 per liter*, pada Selasa (21/10/2026).
Padahal harga resmi Pertalite di SPBU Pertamina masih di angka Rp10.000 per liter. Lonjakan hampir dua kali lipat ini membuat warga menjerit, apalagi akses SPBU yang jauh dari pemukiman.
Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga oleh para pengecer.
*CURHATAN PENGECER: MODAL SUDAH Rp10 RIBU, BELUM BIAYA ANTAR*
Salah seorang pemilik pangkalan pengecer di wilayah Melanau yang ditemui awak media http://Patroli86.com, Selasa (21/10/2026), mengungkapkan fakta di lapangan:
1. *Antri Panjang di SPBU Teluk Batang:* Pengecer harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
2. *Diangkut Jauh ke Melanau:* Setelah dapat, BBM harus dibawa menggunakan mobil dari Teluk Batang menuju Melanau dengan medan yang cukup jauh.
3. *Modal Sudah Tinggi:* Modal awal dari pengepul/pembawa sudah mencapai Rp10.000 per liter.
4. *Biaya Operasional Membengkak:* Sampai di Melanau, terpaksa dijual Rp16.000 – Rp18.000 per liter untuk menutup biaya bensin mobil, upah orang yang antri, dan risiko kerusakan di jalan.
> “Kami juga pusing, Bang. Bukan mau ambil untung besar. Kalau jual Rp10 ribu, kami rugi. Biaya mobil, upah antri, risiko di jalan. Makanya terpaksa jual Rp16 ribu sampai Rp18 ribu,” ujar pengecer tersebut kepada awak media.
*WARGA MINTA PEMERINTAH TURUN*
Melambungnya harga BBM eceran ini membuat aktivitas ekonomi warga Melanau terganggu. Nelayan, petani, dan pengguna sepeda motor sangat merasakan dampaknya.
Tim Investigasi *Patroli86.com* mendesak pihak terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan:
– *Bupati Kayong Utara*
– *Pertamina Patra Niaga Kalbar*
– *Polres Kayong Utara*
– *Disperindag Kabupaten Kayong Utara*
Publik berharap ada solusi konkret, seperti penambahan pangkalan resmi Pertamina, pengawasan distribusi, atau subsidi ongkos angkut untuk wilayah terpencil, agar tidak ada dugaan permainan oknum mafia BBM yang memanfaatkan situasi.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak Pertamina Kalbar dan Disperindag Kayong Utara terkait pengawasan harga BBM eceran di wilayah Melanau.
—
*Reporter:* Thomas DP – Kaperwil Kalbar
*Lokasi:* Melanau, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar
*Waktu:* Selasa, 21 Oktober 2026
*Kategori:* Ekonomi Rakyat | BBM | Pertalite | Kayong Utara
*Foto/Video:* Wawancara dengan pengecer BBM di Melanau + bukti struk/note harga Rp16-18 ribu + kondisi jalan Melanau – Teluk Batang.








