
GUNUNG ALIP, TANGGAMUS PATROLI86.COM -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibanggakan pemerintah berujung petaka di Tanggamus. Pada hari Senin tanggal 26 Oktober 2026, sebanyak ,48 siswa SDN 3 Kedaloman, keracunan massal setelah menyantap makan menu siomay dari ,Dapur SPPG Pekon Pariaman, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.
Jumlah korban tidak main-main, 48 siswa dalam satu sekolah tumbang bersamaan.
Menurut keterangan, para guru SDN 3, bidan desa, maupun KUPT dan Dinas Pendidikan Puskesmas Gunung Alip, membenarkan ada kejadian tersebut.”Kami sudah tanganin,” ujar petugas.
Kondisi terbaru, Anak yang 48 orang posisinya sudah bisa dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Namun miris, ada juga anak balita yang masih dirawat di Puskesmas Talang Padang sampai sekarang.
Kemudian awak media mendatangi dapur SPPG di lokasi dan bertemu dengan, Kepala SPPG Aldi.Ia menjelaskan:
“Bener ada kejadian tersebut tapi belum tentu mengasumsi makan menu siomay tersebut, kami koordinasi dengan dinas yang terkait,” ujar Aldi.
Jawaban klasik yang mengundang tanda tanya. 48 anak makan siomay yang sama di jam yang sama, lalu keracunan massal, kalau bukan dari siomay lalu dari mana?
Dengan adanya kejadian ini, orang tua siswa kecewa berat. Mereka berharap ke depannya tidak ada terulang lagi.
Kemudian yang jadi sorotan Badan Gizi yang terkait kinerjanya apa yang dilakukan sampai ada kejadian seperti ini?
Mulai dari pemilihan bahan baku siomay, proses masak, penyimpanan, hingga pengiriman ke sekolah – semuanya harus diaudit. Jika standar higienitas dapur SPPG jebol, taruhannya adalah nyawa anak-anak.
Padahal foto spanduk di lokasi jelas tertulis SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) PEKON PARIAMAN KEC. GUNUNG ALIP – BADAN GIZI NASIONAL, dengan yayasan Denaya Marsya Jaya Mandiri.
Patroli86.mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus segera buka hasil uji laboratorium makanan dan melakukan evaluasi total terhadap SPPG Pekon Pariaman.
Maulani









