
GORONTALO โ Hari Raya Saraswati menjadi momentum bagi umat Hindu di Provinsi Gorontalo untuk memperkuat sraddha bhakti sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan memperdalam ajaran agama. Peringatan hari suci pemuliaan ilmu pengetahuan tersebut dilaksanakan melalui persembahyangan bersama di Pura Kahyangan Jagat Girinatha, Gorontalo.
Persembahyangan berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Gorontalo, I Wayan Sudiartha, tokoh sepuh umat Hindu, pinandita, serta masyarakat Hindu setempat.
Maataji Parvati Devi Dasi, yang dikenal sebagai Bunda Parvati, mengaku bangga dan berbahagia dapat mengikuti persembahyangan bersama umat Hindu di Pura Girinatha. Ia memaknai Saraswati sebagai simbol cahaya ilmu pengetahuan yang menerangi hati dan jiwa manusia dari kegelapan awidya atau ketidaktahuan.
Menurutnya, makna Hari Raya Saraswati tidak sebatas ritual keagamaan, tetapi harus diwujudkan melalui kesadaran untuk terus belajar, memahami ajaran suci Weda, serta menerapkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi Hindu melalui keberadaan perpustakaan di lingkungan pura dan pengembangan Pasraman Hindu. Keduanya dinilai memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang kritis, cerdas secara spiritual, berkarakter, serta mampu menghadapi perkembangan era digital tanpa kehilangan jati diri budaya leluhur.
โPengetahuan hendaknya tidak hanya membuat seseorang cerdas, tetapi juga menjadikannya lebih bijaksana dalam berpikir, berkata, dan bertindak,โ menjadi pesan yang ditekankan dalam pemaknaan Hari Raya Saraswati tersebut.
Sementara itu, Ketua PHDI Provinsi Goronta yang juga sebagai anggota DPRD Gorontalo, I Wayan Sudiartha S.E.,M.Si.
, menjelaskan bahwa Pura Kahyangan Jagat Girinatha mulai dibangun pada 2008 secara bertahap melalui semangat gotong royong umat, khususnya masyarakat transmigran asal Bali.
Pembangunan pura berawal dari kesadaran umat akan pentingnya tempat persembahyangan bersama untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kini, Pura Girinatha juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kebersamaan umat Hindu di Gorontalo.
Perayaan Saraswati turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak Pasraman Hindu, seperti lomba peragaan busana ke pura atau fashion show, dharmawacana, serta menghafal dan melantunkan sloka. Penampilan mereka mendapat sambutan antusias dari umat yang hadir. Keberanian dan ekspresi anak-anak menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menunjukkan semangat generasi muda dalam mengenal ajaran agamanya.
Pencerahan Dharma dalam kegiatan tersebut disampaikan Ni Putu Febbyana Maharani, S.Pd., lulusan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar yang diwisuda pada 2025. Ia menguraikan bahwa Saraswati mengajarkan pentingnya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai landasan membangun kebijaksanaan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kata memiliki makna dan dapat menjadi doa. Karena itu, pengetahuan seharusnya tercermin dalam perkataan yang baik, pikiran yang jernih, serta tindakan yang membawa kedamaian dan keharmonisan.
Dalam ajaran Hindu, Dewi Saraswati merupakan simbol ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Makna tersebut sejalan dengan pesan Bhagavad Gita Bab 10 Sloka 33 mengenai keagungan Tuhan sebagai aksara A di antara huruf-huruf dan waktu yang tidak dapat dimusnahkan.
Bunda Parvati turut mengapresiasi keberanian anak-anak Pasraman yang berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kepercayaan diri sekaligus menanamkan kecintaan terhadap agama dan budaya sejak dini.
Melalui perayaan ini, umat Hindu di Gorontalo diharapkan semakin menyadari bahwa pendidikan, literasi, dan pendalaman ajaran agama merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang berpengetahuan, berkarakter, serta berpegang teguh pada nilai-nilai dharma.
Om Saraswati Gurubhyo Namah Svaha. Om Avighnam Astu.









