
BANJARMASIN — Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Kubah Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (31/10/2026). Kehadiran mereka untuk mengikuti puncak peringatan Haul ke-80 Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, ulama kharismatik yang dikenal masyarakat Banjar dengan sebutan Habib Basirih dan bergelar Al-Majdzub Billah.
Peringatan haul yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan hidup, perjuangan dakwah, serta keteladanan seorang ulama yang memiliki tempat istimewa dalam sejarah keislaman di Tanah Banjar.
Ibu ibu Karang Taruna Kelurahan Teluk Tiram ikut meriahkan acara haul Habib Basirih dengan cara bagi bagi minuman Es dan Bubur kacang hijau yang diserbu para jamaah ibu ìbu dan lelaki,dengan swadaya ibu ibu Karang taruna uang terkumpul dan dibelikan berbagai pelengkap Es dan Bubur semua dibagi secara gratis kepada para jamaah.
Mengenal Sejarah Habib Basirih dan Wali Majdzub Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim merupakan salah satu ulama keturunan Rasulullah SAW yang dikenal luas di Kalimantan Selatan.
Beliau memiliki nasab yang bersambung kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui jalur keluarga Ba’Alawi. Silsilah tersebut menjadi bagian penting dari sejarah keluarga besar Bahasyim di Kalimantan.
Semasa hidupnya, Habib Hamid dikenal sebagai pribadi yang sederhana, zuhud, serta lebih mengutamakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam perjalanan spiritualnya, beliau dikenal menjalani kehidupan khalwat, yakni mengasingkan diri dari keramaian dunia untuk memperbanyak ibadah, memperdalam ilmu tasawuf, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Karena kehidupan spiritual dan kisah-kisah karamah yang berkembang di tengah masyarakat, beliau dikenal dengan gelar Al-Majdzub Billah, yang dalam tradisi tasawuf merujuk pada seseorang yang memperoleh tarikan atau kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Habib Basirih juga dikenal masyarakat melalui berbagai kisah karamah yang diwariskan secara turun-temurun Kisah-kisah tersebut menjadi bagian dari tradisi lisan dan penghormatan masyarakat terhadap sosok beliau.
Menurut catatan sejarah Pemerintah Kota Banjarmasin, Habib Basirih merupakan salah satu tokoh penting dalam khazanah keagamaan dan spiritual masyarakat Banjar.
Haul Menjadi Tradisi Kecintaan kepada Ulama hingga sekarang, makam beliau di kawasan Basirih menjadi salah satu tujuan wisata religi masyarakat Kalimantan Selatan maupun jamaah dari luar daerah.
Peringatan haul bukan sekadar mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta mengambil pelajaran dari kehidupan orang-orang saleh.
Haul ke-80 tahun ini kembali menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap ulama dan para habaib,Polresta Banjarmasin Hadir dengan Pengamanan Humanis
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, Polresta Banjarmasin mengerahkan personel pengamanan di sejumlah titik strategis.
Kehadiran aparat di lapangan diperkuat dengan pelibatan Polisi Wanita (Polwan). Pendekatan humanis dan bersahabat yang dikedepankan para srikandi kepolisian ini memberikan kenyamanan tambahan bagi jamaah yang berdesakan di tengah padatnya kerumunan.
Di sela-sela kegiatan pengamanan, petugas aktif menyampaikan imbauan kepada jamaah agar senantiasa waspada terhadap potensi tindak kejahatan, menjaga barang bawaan masing-masing, serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terpisah dari rombongan.
Pengamanan juga menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian haul.
Melalui pengamanan yang responsif dan humanis, Polresta Banjarmasin berupaya memastikan jamaah dapat mengikuti prosesi Haul ke-80 Habib Basirih dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
HAUL KE-80 HABIB BASIRIH bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum meneladani ketakwaan, kesederhanaan, kecintaan kepada Allah SWT, serta perjuangan para ulama dalam menyebarkan agama Islam.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada para ulama serta menjadikan kita sebagai umat yang senantiasa mencintai dan meneladani orang-orang saleh.
Catatan sejarah Gelar Al-Majdzub Billah merupakan gelar yang dikenal dalam tradisi tasawuf. Kisah karamah sebaiknya ditempatkan sebagai riwayat atau kepercayaan masyarakat, bukan diklaim sebagai fakta sejarah yang telah diverifikasi seluruhnya.
Patroli86.com
Pewarta EAP








