
KENDAL ,, patroli 86.com ,, 4 November 2026
Dugaan pengeroyokan terhadap dua anggota media online bakaratobanews.com, Dodi P. Naibaho selaku Wakil Kepala Perwakilan Jawa Tengah dan Alpin Napitupulu, di wilayah Klesem, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, mendapat perhatian serius Pimpinan Redaksi.
Keduanya mengaku menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan tiga pria saat mendatangi rumah seorang debitur berinisial M untuk menjalankan tugas penagihan utang dari PT Nikolas Jaya Abadi (PT NJB).
Berdasarkan keterangan Dodi dan Alpin, kedatangan mereka awalnya berlangsung untuk keperluan penagihan. Setibanya di lokasi, keduanya berbicara dengan seorang perempuan yang menjaga warung. Perempuan tersebut disebut mempersilakan mereka masuk karena M meminta demikian.
Namun, sebelum keduanya masuk, seorang pria yang diduga suami M keluar dari rumah. Pria tersebut disebut langsung melontarkan kata-kata kasar dan mencekik Dodi.
Situasi kemudian berubah menjadi kekerasan. Menurut keterangan kedua korban, dua pria lainnya turut melakukan pengeroyokan. Salah seorang di antaranya disebut membawa batu dan senjata tajam.
Dengan demikian, berdasarkan keterangan korban, terdapat tiga pria yang diduga terlibat, yakni suami M yang identitas lengkapnya belum diketahui, seorang pria berinisial S yang diketahui merupakan suami debitur lain berinisial F, serta satu pria lainnya yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Akibat kejadian tersebut, Dodi mengalami memar di sekitar mata, luka di belakang telinga kanan, serta goresan di bagian dada kiri. Sementara Alpin mengalami luka lecet pada lengan kanan atas.
Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan medis di Charlie Hospital. Dokumentasi luka dan dokumen pemeriksaan medis telah disimpan sebagai bukti pendukung.
TIGA PRIA DISEBUT KORBAN, SATU IDENTITAS BELUM TERUNGKAP
Penyebutan nama S dalam perkara ini bukan tanpa dasar. Berdasarkan keterangan Dodi dan Alpin, S merupakan salah satu dari tiga pria yang diduga terlibat langsung dalam pengeroyokan tersebut.
S diketahui merupakan suami dari F, debitur lain yang namanya muncul dalam penelusuran perkara ini. Sementara pria yang diduga sebagai suami M merupakan orang berbeda dan identitas lengkapnya belum diperoleh redaksi.
Satu pria lainnya juga belum diketahui identitasnya. Karena itu, pengungkapan identitas dan peran ketiga orang tersebut menjadi hal penting yang harus didalami aparat penegak hukum.
REDAKSI SUDAH LAKUKAN KONFIRMASI
Pimpinan Redaksi bakaratobanews.com, M. Bakara, telah menghubungi M melalui WhatsApp untuk meminta klarifikasi mengenai dugaan kekerasan yang disebut dilakukan suaminya. Bakara juga meminta bukti apabila Dodi dan Alpin benar masuk ke pekarangan rumah tanpa izin.
M belum memberikan penjelasan tertulis secara substantif. Setelah komunikasi tersebut, suami M menghubungi Bakara melalui telepon. Dalam percakapan itu, ia mempertanyakan tindakan penagihan utang kepada istrinya tanpa persetujuannya sebagai suami, termasuk kedatangan petugas ke rumahnya.
Bakara juga menghubungi F untuk meminta klarifikasi. F kemudian mengarahkan agar komunikasi dilakukan dengan suaminya, S.
Dalam pesan WhatsApp dan percakapan telepon, S menyampaikan keberatan terhadap cara penagihan yang dilakukan petugas. Ia menuding penagih bersikap arogan, menguasai akses pintu rumah, serta menyampaikan dugaan kerusakan pintu belakang rumah dan penurunan meteran listrik.
S juga mengaku memiliki informasi berupa rekaman video dan saksi tetangga. Ia meminta agar persoalan tersebut dibawa ke Polda Jawa Tengah supaya semuanya menjadi jelas.
Seluruh tanggapan tersebut telah dicatat redaksi. Namun, keberatan mengenai cara penagihan maupun dugaan kerusakan rumah merupakan persoalan yang perlu diperiksa tersendiri. Hal tersebut tidak dengan sendirinya menghapus keterangan kedua korban yang menyebut S sebagai salah satu pria yang diduga melakukan pengeroyokan.
Redaksi meminta kepolisian memeriksa kedua sisi persoalan secara objektif, termasuk dugaan kekerasan, cara penagihan, dan kerusakan rumah yang disampaikan S.
PIMPINAN REDAKSI: JANGAN ADA YANG DILINDUNGI
M. Bakara selaku Pimpinan Redaksi bakaratobanews.com menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus tersebut sampai memperoleh kejelasan hukum.
Ia menjelaskan, Dodi dan Alpin selain menjadi anggota media bakaratobanews.com juga bekerja sebagai tenaga penagih utang PT NJB. Dalam aktivitas di lapangan, keduanya turut melakukan pemantauan untuk memperoleh informasi yang berpotensi menjadi bahan pemberitaan.
“Sebagai Pimpinan Redaksi, saya bertanggung jawab mengawal keselamatan anggota kami. Kami meminta kepolisian mengungkap siapa saja tiga pria yang diduga melakukan pengeroyokan tersebut. Identitas mereka harus jelas dan peran masing-masing harus diperiksa. Jangan sampai perkara ini berhenti tanpa kepastian,” tegas Bakara.
Ia meminta Polsek Boja dan Polres Kendal menindaklanjuti perkara tersebut dengan memeriksa korban, meminta keterangan saksi, menelusuri bukti di lokasi, serta mengungkap identitas pria yang belum diketahui.
Bakara juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan hak debitur maupun keberatan keluarga debitur terhadap proses penagihan.
“Jika ada keberatan terhadap cara penagihan, silakan tempuh jalur hukum dan buktikan. Jika ada dugaan pelanggaran oleh petugas, itu juga harus diperiksa. Namun, apabila benar terjadi pengeroyokan, para pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum. Persoalan utang-piutang tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan,” ujarnya.
Menurut Bakara, pihaknya tidak meminta perlakuan khusus. Ia hanya meminta aparat penegak hukum bekerja profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.
Redaksi bakaratobanews.com telah melakukan upaya konfirmasi kepada M, F, suami M, dan S. Tanggapan para pihak telah dimasukkan dalam pemberitaan ini. Adapun dugaan keterlibatan ketiga pria masih harus dibuktikan melalui proses hukum dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Redaksi







