
Donggala – Sulteng
Program 100 hari kerja KAPOLRI Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, mengusung semangat * Polisi Bersama Rakyat* yang memprioritaskan perubahan paradigma pelayanan Kepolisian menjadi lebih humanis Responsif, Transparan, serta bebas dari pungutan liar ( Pungli ).
Dalam pelaksanaannya Polsek ( Kepolisian Sektor ) ditempat kan sebagai ujung tombak utama, Karena berhadapan langsung dengan ruang hidup dan pelayanan harian masyarakat.
Adapun rincian 8 Program Quick Wins 100 Hari Kapolri adalah :
– Ruang Publik Aman, menjamin keselamatan masyarakat di area umum dan menindak premanisme,
– Pemberantasan dan pemulihan Kawasan Narkoba, ialah membersihkan serta memulihkan wilayah yang rawan peredaran Narkotika.
– Bersih judi daring dan penipuan Digital yakni Menindak tegas pelaku kejahatan siber yang marak merugikan Masyarakat.
– Respons Cepat 110 & SPKT Ramah Korban yaitu memastikan pengaduan masyarakat di Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu ( SPKT )di tangani dengan empati dan tanpa Hambatan.
– Perkara terlacak ( SP2HP pasti ), transparansi penanganan kasus agar masyarakat bisa memantau perkembangan perkara mereka secara pasti.
– Bersih ke dalam yakni Pembenahan Internal dengan tindakan tegas berupa ” copot hari itu juga ” bagi oknum terbukti melakukn pungli.
– Polres kuat dan Polsek Tangguh artinya Memperkuat satuan terdepan POLRI baik dari segi Integritas maupun kesiapan Personel.
– Kesiapan KUHP – KUHAP & Scientific Crime Investigation ( SCI ) yakni Penegakan hukum yang akurat berbasis bukti ilmiah guna membangun Public trust, demikian di sampaikan Bapak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, melalui Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji Kepada Awak Media Ini di Ruang Kantor Polsek Sirenja, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kapolres Donggala, AKBP Aditya Rochaulia Suharto SH, S.I.K. M.I.K, Melalui Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji Mengatakan, Sebagai Polsek ujung tombak dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, saya mendukung dengan delapan ( 8 ) program prioritas Kapolri,dan Agenda rutin Mingguan, dan untuk mastikan delapan program diatas bukan sekedar kebijakan di tingkat pimpinan, jajaran Polsek wajib melaksanakan 7 agenda Harian khusus di luar tugas rutin mereka :
– Senin, mengatur Lalu lintas & Polisi peduli pendidikan, Kapolsek dan jajaran melakukan pengaturan jalan ( PH pagi ) dilanjutkan menjadi Inspektur upacara di sekolah untuk memberikan pembinaan karakter kepada siswa.
– Selasa Anev kegiatan : Analisis dan Evaluasi Internal Polsek terhadap kinerja yang sudah berjalan demi perbaikan pelayanan dan penyelesaian tunggakan perkara.
– Rabu : Kubang ( kumpul bersama masyarakat) : Kapolsek, Kanit, Binmas, Bhabinkamtibmas, turun langsung ke permukiman warga untuk menyerap keluhan secara langsung.
-Kamis, Pikiran: Polisi Peduli Pengangguran, Program unggulan Polsek untuk membantu masyarakat yang belum bekerja.
Jum’at – Jumkling ( Jum’at keliling), silaturahmi Kepolisian ke masjid – masjid di pimpin oleh Kapolsek guna berdialog dan berdiskusi dengan warga.
Sabtu, Suling ( subuh keliling) yakni pendekatan religius dialog Kamtibmas bersama jemaah sholat subuh di lingkungan sekitar Polsek.
Minggu, Kasih/ lintas Agama & Pam Gereja ialah pengamanan rumah ibadah ( gereja ) sekaligus ruang dialog dengan tokoh serta umat beragama demi menjaga toleransi dan kemanan.
Kapolsek Sirenja menambahkan, disamping itu tidak lupa, dan kalau memang Polsek di tunjuk sebagai ujung tombak, sedianya kami di Polsek Sirenja diberi kan dukungan terutama personel.
Karena terus terang Polsek Sirenja sangat minim personel, sehingga dapat membantu tugas – tugas kami di Polsek Sirenja dalam pelaksanaan seharian, sehingga Polsek Sirenja bisa memaksimalkan fungsi sebagai pelayan, Pelindung dan pengayom masyarakat.
Apa lagi sekarang Motto dari Kepolisian Negara RI Yaitu ” Polisi Bersama Masyarakat”.
Setidak – tidaknya kita harus dekat dengan masyarakat sehingga masyarakat yang dulunya melihat kita kepolisian merasa takut tapi kita harus mengubah pandangan masyarakat tersebut menjadi tidak takut dan kita harus berubah mindset untuk kita yang dulunya semi militer tapi sekarang harus Humanis, ujar Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji. ( ADM )






