
Ketapang patroli 86 com Dalam upacara tersebut, wakil bupati membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menekankan pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati
Upacara yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dihadiri unsur Forkopimda, TN, Polri, Sekretaris Daerah, para Asisten sekretariat daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta undangan lainnya.
Dalam sambutan yang dibacakannya, wakil bupati menyampaikan bahwa ikrar Sumpah Pemuda yang lahir 98 tahun silam merupakan tonggak penting dalam menyatukan perbedaan dan memperkuat perjuangan bangsa Indonesia.
“Janji yang menyatukan perbedaan, janji yang menguatkan perjuangan, dan janji yang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa: Indonesia,” pesannya.
Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai kenangan sejarah. Nilai-nilai persatuan dan perjuangan harus terus hidup dalam karakter generasi penerus bangsa, terutama di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Menurut pesan tersebut, kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan gedung, kecanggihan teknologi, atau kekayaan materi. Kemajuan sejati harus dimulai dari kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.
Tema peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menyoroti tiga karakter utama yang perlu dimiliki generasi muda, yakni patriotik, gigih, dan berempati.
Patriotik berarti mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata, bukan sekadar ucapan. Sementara itu, gigih berarti tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh akibat kegagalan, dan terus berjuang memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Adapun sikap berempati mengajarkan generasi muda untuk tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memahami kesulitan orang lain dan bersedia membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” pesan penting dalam sambutan tersebut.
Pesan itu menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai kemanusiaan. Generasi muda diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, serta semangat pengabdian.
Dalam bagian lain sambutannya, wakil bupati membacakan pesan yang ditujukan kepada seluruh pemuda Indonesia agar berani bermimpi besar, bekerja keras, dan tidak kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Generasi muda diharapkan menjadi pribadi yang kuat tanpa kehilangan kelembutan hati, berani memimpin sekaligus bersedia melayani, serta mampu berdiri tegak membela kepentingan bangsa sambil mengulurkan tangan kepada sesama.
Setiap ilmu, karya, dan pengorbanan, menurut pesan tersebut, harus menjadi bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia.
Menutup sambutannya, Menteri Pemuda dan Olahraga mengajak seluruh elemen bangsa membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.
“Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian kutipan penutup sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Jamhuri Amir.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan. Di Banggai Kepulauan, kehadiran pelajar, organisasi kepemudaan, dan jajaran pemerintah daerah dalam upacara tersebut turut menandai pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan)
( Kaperwil Kalbar Thomas dp)








