
TANGGAMUS LAMPUNG – patroli86.com – Memasuki hampir 2 tahun masa jabatan, kinerja Wakil Bupati Tanggamus mulai dipertanyakan publik. Sejumlah tokoh masyarakat menilai peran dan kontribusi orang nomor dua di Tanggamus tersebut tidak terlihat signifikan bagi kemajuan daerah.
“Bagai ban bocor alus, pelan-pelan habis angin, tidak terasa tapi kendaraan tidak jalan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Gisting menggambarkan lambannya gebrakan Wakil Bupati, Senin (02/11/2026).
Sindiran ini bukan tanpa alasan. Temuan investigasi,Patroli86. di Kecamatan Gisting, yang merupakan basis dan dekat dengan kediaman Wakil Bupati, justru membongkar lemahnya pengawasan.
Fakta lapangan di depan mata WABUP, Proyek Rp197.737.200,00 Jalan Kesehatan Purwodadi (CV. Agim Perdana), dikerjakan 70% tanpa papan nama. Konsultan Wisnu ngaku di video,”Baru sekarang mau dipasang.”
Proyek Kuta Dalom – Pasar Gisting (CV. Benawang Lampung), papan ada tapi nilai anggaran dihilangkan.
Dua proyek siluman ini berada hanya beberapa ratus meter dari Kantor Camat Gisting dan lingkungan kediaman Wakil Bupati. Jika di depan rumah sendiri saja proyek berani disembunyikan, bagaimana publik bisa berharap Wakil Bupati mampu mengawasi 20 kecamatan lain?
Kritik publik, Masyarakat menilai, selama ini Wakil Bupati terkesan minim program terobosan dan jarang hadir di tengah persoalan rakyat yang krusial seperti bobroknya pengawasan infrastruktur.
Padahal, sesuai UU No. 23 Tahun 2014, tugas Wakil Bupati adalah membantu Bupati dalam memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan, termasuk melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan.
“Seharusnya Wabup yang pertama tahu dan pertama menegur kalau ada proyek tanpa papan di Gisting. Ini rumahnya di sini kok bisa kecolongan? Kalau begini, pantas disebut ban bocor alus – ada jabatannya, tapi tidak ada angin gebrakannya,” tambah tokoh pemuda Tanggamus yang enggan disebutkan namanya.
Pengawasan Proyek, Tidak terlihat sidak mendadak ke proyek-proyek PUPR yang bermasalah.Penyerapan Aspirasi Minim turun ke pekon-pekon terpencil untuk mendengar keluhan jalan rusak.
Sinergi Kepemimpinan, Publik melihat duet Bupati – Wabup belum solid, roda pemerintahan terkesan jalan di tempat.
Publik kini berharap ada evaluasi total dari Bupati Tanggamus terhadap kinerja Wakilnya. Jangan sampai jabatan Wakil Bupati hanya menjadi ban serep, bukan mesin penggerak.
Jika 2 tahun pertama saja sudah dipertanyakan, bagaimana dengan 3 tahun sisa jabatan? Apakah akan terus bocor alus sampai habis angin?
Maulani







