
Mempawah (patroli 86 com Kalbar)
Kepolisian tidak boleh menutup diri dari kritik. Justru masukan, koreksi, hingga teguran masyarakat harus menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian.
Pesan tersebut ditegaskan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar), Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Mempawah, Rabu (4/11/2026).
Di hadapan jajaran personel Polres Mempawah serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh lintas agama se-Kabupaten Mempawah,
Kapolda secara khusus meminta seluruh anggota kepolisian, terutama Kapolres Mempawah beserta jajarannya, membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan.
Baginya, keterbukaan terhadap kritik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus mendorong kemajuan institusi kepolisian.
Saya titip pesan kepada anggota saya di jajaran Polres Mempawah. Apabila dalam pelaksanaan tugas ada hal-hal yang perlu diberikan saran, masukan, koreksi, maupun nasihat, saya persilakan. Saya minta Kapolres juga terbuka menerima kritik dan masukan dari masyarakat demi kebaikan, serta kemajuan Polres Mempawah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam agenda silaturahmi dan tatap muka Kapolda Kalbar bersama elemen masyarakat Kabupaten Mempawah.
Kapolda hadir didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar dan disambut Kapolres Mempawah, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, bersama jajaran.
Dalam kesempatan itu, Alberd Teddy menyampaikan bahwa komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat perlu terus dibangun.
Sebab, berbagai persoalan di tengah masyarakat tidak selalu dapat diketahui hanya melalui laporan formal, tetapi juga membutuhkan keterbukaan dan keberanian masyarakat menyampaikan aspirasi.
Selain mendorong keterbukaan institusi, Kapolda juga mengapresiasi kerukunan masyarakat Kabupaten Mempawah yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.
Menurutnya, keharmonisan antarkelompok masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Karena itu, sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan harus terus dipertahankan.
“Perbedaan yang ada tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah belah. Kita semua satu, berbeda-beda tetapi tetap satu. Kerukunan dan keharmonisan, termasuk sikap saling menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan, harus terus kita jaga,” pesannya.
Perhatian khusus juga diarahkan kepada generasi muda, terutama kalangan Gen Z yang rentan terpapar informasi negatif dan provokasi di ruang digital.
Ia mengingatkan, perselisihan yang bermula dari saling mengejek atau berbalas komentar di media sosial bisa berkembang menjadi pertengkaran antarkelompok di dunia nyata.
Kapolda menilai perhatian keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mencegah anak-anak dan remaja terjerumus dalam pergaulan negatif.
Kurangnya komunikasi orang tua serta pengalaman menjadi korban perundungan atau bullying di sekolah juga perlu menjadi perhatian bersama.
Karena itu, ia mengajak orang tua, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama agar lebih peduli terhadap perkembangan generasi muda di lingkungan masing-masing.
“Masalah kamtibmas bukan hanya tugas dan tanggung jawab kepolisian. Kita sebagai bagian dari masyarakat juga memiliki andil besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban, mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Apabila menemukan aktivitas atau informasi yang mengarah pada penipuan, permusuhan, maupun provokasi, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui layanan kepolisian 110.
“Kami berharap Bapak dan Ibu sekalian bisa menjadi mitra kami, menjadi perpanjangan tangan kepolisian untuk menyampaikan pesan-pesan ini kepada anak-anak kita. Apabila ada isu atau cerita yang bernarasi permusuhan dan provokasi, segera laporkan melalui layanan hotline 110 agar dapat kita cegah dan antisipasi sedini mungkin,” imbaunya.
Sebelum mengakhiri pertemuan, Kapolda kembali menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab. Para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan lintas agama mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi, pandangan, maupun berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Suasana dialog berlangsung santai dan penuh kebersamaan. Melalui pertemuan tersebut, Kapolda berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka, sehingga kritik, saran, serta aspirasi publik dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri). Korwil Kalbar Thomas dp)






