
UNGARAN – PATROLI86.COM – Warga pengguna jalan penghubung Desa Sumberejo menuju Desa Dadapayam, tepatnya di Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, mengeluhkan tanah dan batu yang berserakan akibat proyek penataan lahan di wilayah tersebut.
Keluhan ini disampaikan oleh salah satu pengguna jalan, AHM (42), warga Desa Dadapayam, yang menuturkan bahwa kondisi semakin memburuk setelah hujan deras mengguyur kawasan itu dalam beberapa hari terakhir.
“Beberapa warga mengeluhkan, tapi tidak berani mengutarakan. Jalan itu setiap pagi ramai pengendara motor, banyak tanah bahkan batu berserakan, apalagi tidak ada pembatas pekerjaan. Menurut kami, itu sangat membahayakan para pengguna jalan,” ujar AHM kepada awak media.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari sejumlah warga sekitar, proyek penataan lahan tersebut diketahui dikerjakan oleh istri Kepala Desa Krandon Lor, berinisial EN. Saat dikonfirmasi, EN membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan proyek pribadi, bukan proyek desa.

“Benar, itu proyek pribadi dan bukan proyek desa. Lahan itu akan digunakan untuk menanam pohon durian,” jelasnya.
Menanggapi keluhan warga terkait tanah dan batu yang berserakan di jalan, EN yang akrab disapa Bu Lurah menyatakan bahwa tanah tersebut hanya ditata dan tidak dibuang ke lokasi lain.
“Tanahnya tidak dibuang ke lokasi lain, hanya ditata saja. Untuk bahan bakar alat berat, kami juga menggunakan dexlite,” pungkasnya.
Red/Team







