
Halmahera Selatan // patroli86.com// –
Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Marhaenisme (DPC GPM) Kabupaten Halmahera Selatan angkat bicara terkait ambruknya bronjong yang baru dibangun di Desa Kubung, Kecamatan Bacan Selatan. DPC GPM Halsel mengecam keras kejadian tersebut dan menilai hal ini sebagai bukti nyata lemahnya pengawasan dari pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pelaksana proyek.
Ketua DPC GPM Halsel, Bung Harmain Rusli, dalam keterangannya,pada saptu/28/Juni/2025 ,”menyatakan bahwa kerusakan bronjong yang belum genap setahun dibangun merupakan cerminan buruknya kualitas pekerjaan serta lemahnya kontrol teknis dari instansi pengawas.
“Kami sangat kecewa dan mengutuk keras kejadian ini. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut tanggung jawab publik terhadap anggaran negara. Uang rakyat tidak boleh dihamburkan dengan pekerjaan asal jadi,” tegasnya.
GPM Halsel mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut. Mereka juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas potensi penyimpangan anggaran maupun pelanggaran prosedur teknis dalam pelaksanaan proyek.
“Kami mendesak agar BPK dan aparat penegak hukum turun langsung melakukan audit investigatif. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dalam proyek-proyek infrastruktur desa,” tambah Bung Harmain.
Diketahui, bronjong yang dibangun sebagai upaya penanggulangan bencana longsor di wilayah rawan tersebut kini mengalami kerusakan parah di sejumlah titik. Kondisi ini sangat membahayakan warga sekitar dan dinilai merugikan keuangan negara.
Sementara itu, pihak pelaksana jasa konstruksi saat dikonfirmasi oleh media ini menyatakan,
“Kami akan meninjau dan menindaklanjuti masalah ini.”
(Sulfi/patroli86.com)







