
Sidoarjo – patroli86.com ,, Puluhan petani di Desa Bakalan Wringinpitu, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan pemalsuan tanda tangan dalam perjanjian sewa lahan yang dilakukan Kepala Desa dengan pihak perusahaan PT Anugrah Tebu Andalan. Kasus ini mencuat setelah sejumlah petani menemukan dokumen perjanjian yang mencantumkan nama dan tanda tangan mereka tanpa persetujuan.
Dalam perjanjian yang diduga dibuat secara sepihak oleh Kepala Desa, tercatat bahwa pemerintah desa menerima dana dari perusahaan sebesar Rp643.800.000 untuk jangka waktu dua tahun. Dari jumlah tersebut, setiap petani hanya tercatat mendapatkan kesepakatan sewa lahan sekitar Rp14.500.000, dengan total luas lahan yang disewakan mencapai kurang lebih 22,2 hektare.
Berdasarkan informasi yang beredar, dana sewa lahan itu sudah dicairkan sebagian, yakni Rp321.900.000 untuk tahun pertama. Namun, para petani menegaskan bahwa mereka tidak pernah menandatangani atau menyetujui perjanjian tersebut. Bahkan, tanda tangan mereka diduga dipalsukan demi melancarkan kesepakatan antara Kepala Desa dan pihak perusahaan.
Para petani menilai praktik ini sangat merugikan karena hak kelola lahan dan hasil panen mereka berpotensi dialihkan secara sepihak. Mereka menekankan bahwa tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian ratusan keluarga yang bergantung pada lahan tebu tersebut.
“Kami sepakat jika lahan tidak boleh dikerjakan oleh PT apabila hak kami belum diberikan,” ungkap salah satu petani yang enggan disebutkan namanya saat ditemui awak media, Jumat (22/08/2025).
Kasus ini telah menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat Desa Bakalan Wringinpitu. Para petani menyayangkan pihak-pihak terkait serta otoritas yang berwenang seakan tutup mata dan tutup mulut terhadap kejadian ini.
Mereka berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk melindungi hak-hak petani serta memastikan praktik manipulasi dan penipuan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.(Red)









