
Halmahera Selatan //patroli86.com// – Solidaritas Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, yang terdiri dari HMI, GMKI, GMNI, PMII, dan GPM, akan menggelar aksi demonstrasi menyoroti berbagai persoalan nasional dan lokal.
Aksi tersebut akan dilaksanakan pada Selasa (2/9/2025) dengan titik konsentrasi di Kantor Bupati, Polres, Kejaksaan, hingga DPRD Kabupaten Halmahera Selatan. Hal ini disampaikan langsung oleh Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Sefnat Tagaku.
Menurut Sefnat, kondisi bangsa saat ini berada dalam situasi yang tidak sehat, sehingga aksi solidaritas Cipayung Plus menjadi panggilan moral anak bangsa.
,“Sebagai generasi bangsa, kami merasa terpanggil karena lembaga-lembaga negara yang seharusnya menjaga dan memperjuangkan kepentingan rakyat tidak lagi berjalan sesuai fungsi yang sebenarnya,” tegasnya, Senin (1/9).
Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk pengingat sekaligus tuntutan agar hak-hak rakyat benar-benar menjadi prioritas dalam setiap program dan kebijakan negara.
,“Dalam negara demokrasi, rakyat harus menjadi tuan, bukan sekadar objek kebijakan. Maka kami turun ke jalan untuk menegaskan hal itu,” lanjutnya.
Sekretaris DPC GAMKI Halsel itu juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkonsolidasikan berbagai elemen masyarakat untuk ikut serta dalam mendorong kepentingan rakyat.
Selain itu, ia meminta aparat kepolisian agar tidak melakukan tindakan represif saat mengawal aksi nanti.
,“Tugas kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban, bukan dengan cara represif. Kita semua berkepentingan terhadap kemajuan bangsa, khususnya di daerah ini,” pungkas Sefnat.
Diketahui, dalam aksi tersebut Cipayung Plus Halsel akan mengangkat dua isu nasional yakni pembubaran DPR RI dan pencopotan Kapolri. Selain itu, mereka juga membawa sepuluh isu lokal, di antaranya: dugaan korupsi, kekerasan seksual, masalah lingkungan, polemik pelantikan empat kepala desa, pendidikan, ekonomi, kenaikan pajak, hingga persoalan kesehatan. Jumlah massa aksi ditargetkan mencapai 1.000 orang.
(Tim Redaksi)







