
Patroli86.com, Banjarmasin, 3 September 2025 –
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Badan Penyelenggara Advokasi Independen (BPAI) Kalimantan Selatan, Mardian Jafar, menilai kebijakan pemerintah belakangan ini semakin menjauh dari kepentingan rakyat. Akibatnya, gelombang ketidakpuasan kian meluas dan memicu aksi unjuk rasa di berbagai daerah, termasuk Banjarmasin.
Menurut Mardian, mahasiswa dan aktivis adalah garda terdepan yang berani menyuarakan ketidakadilan. Ia menegaskan bahwa gerakan mereka tidak patut dicela, melainkan harus mendapat dukungan. “Mahasiswa turun ke jalan bukan untuk membuat onar, tetapi untuk membawa suara rakyat yang terpinggirkan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan umum,” ujarnya.
Mardian menyoroti banyaknya aturan dan undang-undang yang dinilai bertentangan dengan konstitusi. Ia menuding sebagian legislator lebih tunduk pada kepentingan partai politik dibanding amanah rakyat. Kondisi ini diperparah dengan melemahnya daya beli, meningkatnya PHK, serta kebijakan pajak yang menekan masyarakat.
“Indonesia negeri kaya raya, penuh sumber daya alam. Namun kesejahteraan hanya dinikmati segelintir elit yang dekat dengan penguasa, sementara rakyat kebanyakan terus hidup dalam kesulitan,” tambahnya.
Fenomena ketidakadilan hukum, konflik agraria yang kerap mengorbankan masyarakat, arogansi aparat, hingga korupsi yang semakin marak, disebut Mardian sebagai pemicu utama gelombang protes. Ia menyebut, demonstrasi mahasiswa bersama elemen sipil adalah akumulasi kemarahan rakyat terhadap praktik ketidakadilan yang sudah terlalu lama dibiarkan.
Gelombang aksi yang merebak dari Jakarta ke berbagai daerah seringkali berujung ricuh dan anarkis. Namun, situasi berbeda terlihat di Kalimantan Selatan. Ribuan mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel. Meski awalnya penuh semangat, aksi tetap berlangsung aman, tertib, dan bermartabat.
Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK bersama jajaran Forkopimda—termasuk Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, dan Danlanal—menyambut langsung massa aksi. Sikap terbuka ini mampu meredam ketegangan dan membuat aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik.
Pemandangan menarik terlihat usai aksi. Para demonstran bersama-sama membersihkan sampah di area gedung DPRD sebelum bubar. Hal ini menunjukkan komitmen mereka menjaga ketertiban Banua sekaligus menepis stigma negatif terhadap gerakan mahasiswa.
Dengan sikap elegan dan penuh martabat, mahasiswa dan masyarakat Kalsel telah memberikan contoh bahwa menyampaikan aspirasi tidak harus dengan kekerasan, melainkan dengan adab dan keberanian.
Penulis : Irwansyah
Editor : Redaksi Patroli86.com
Tim Media Patroli86.com









