
Halmahera Selatan //patroli86.com// – Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) menegaskan akan kembali mendatangi Kantor DPRD Halmahera Selatan pada Rabu (8/10/2025). Aksi tersebut dilakukan untuk menagih janji DPRD yang hingga kini belum menunjukkan sikap tegas terhadap polemik pelantikan empat kepala desa bermasalah oleh Bupati Halmahera Selatan.
Menurut BARAH, pelantikan empat kepala desa itu cacat prosedur dan melanggar putusan hukum yang telah berkekuatan tetap.
,“DPRD seolah kehilangan taringnya. Sudah tiga kali rapat dengar pendapat (RDP) digelar, tapi belum ada kesimpulan atau rekomendasi yang jelas,” tegas Ady Hj Adam, Koordinator Lapangan BARAH, kepada patroli86.com, Minggu (5/10/2025).
Ady menjelaskan, putusan PTUN Ambon telah membatalkan Surat Keputusan Bupati terkait pelantikan empat kepala desa tersebut. Bahkan, putusan banding di PT TUN Manado juga menguatkan pembatalan itu. Namun anehnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tetap melaksanakan pelantikan, seolah-olah tidak ada dasar hukum yang mengikat.
,“Ini preseden buruk bagi penegakan hukum di daerah. Bila DPRD terus diam, berarti mereka ikut melegitimasi pelanggaran hukum,” lanjutnya.
Ady juga menyoroti sikap pasif DPRD yang dinilai menimbulkan kecurigaan publik terhadap adanya kepentingan politik di balik bungkamnya lembaga tersebut.
,“Kita curiga jangan-jangan ada permainan politik di balik ini. DPRD seharusnya menjadi penyeimbang kekuasaan eksekutif, bukan penonton yang membiarkan hukum diinjak-injak,” ujarnya.
Lebih jauh, BARAH mendesak agar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) segera dicopot dari jabatannya, karena dianggap turut berperan dalam pelantikan yang bertentangan dengan hukum tersebut.
Ady menegaskan, aksi yang akan digelar Rabu nanti akan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil dan praktisi hukum sebagai bentuk desakan moral agar DPRD segera menggunakan hak angket untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum itu.
,“BARAH tidak akan berhenti sebelum ada sikap tegas. Kalau DPRD tetap diam, maka kami anggap mereka bagian dari masalah, bukan solusi,” tutup Ady dengan nada keras.
(Tim Redaksi // patroli86.com)







