
Halmahera Selatan // Patroli86.com // —
Upaya penyelesaian konflik lahan antara ahli waris dan PT Harita kembali menemui titik terang setelah Danramil 1509-02/Obi, Kapten Inf Nursahid, bersama Babinsa turun langsung memimpin proses mediasi di lokasi pemalangan, Sabtu (22/11/2025).
Mediasi dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan setelah ahli waris memalang area yang terdampak pembangunan bendungan oleh PT Harita. Warga menilai aktivitas pembangunan telah merusak lahan pertanian, mengubah aliran sungai, dan menyebabkan ratusan tanaman produktif milik mereka rusak atau hilang.
Kapten Inf Nursahid menegaskan bahwa kehadiran TNI bertujuan menjaga keamanan dan memastikan dialog berjalan terbuka serta konstruktif.
,“Kami turun untuk memastikan tidak ada gesekan dan membuka ruang dialog. Tujuan kami adalah menciptakan solusi damai tanpa merugikan salah satu pihak,” ujarnya.
Ahli waris, Hamid Hasan, kembali menegaskan tuntutan mereka agar PT Harita bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
,“Kami bukan menolak pembangunan. Kami hanya meminta perusahaan menyelesaikan kerusakan yang mereka timbulkan. Selama belum ada kejelasan, pemalangan tetap kami lakukan,” tegasnya.
Perwakilan Tim Land Acquisition PT Harita Group menyampaikan bahwa lahan di sekitar PAM House disebut telah dibebaskan melalui warga setempat, Iju Lewer, dengan persetujuan pemerintah desa.
Namun keluarga Hamid Hasan menolak klaim tersebut dan meminta bukti administrasi serta kejelasan batas lahan yang dimaksud.
Mediasi berjalan tertib di bawah arahan Danramil 1509-02/Obi.
Selain Danramil, Babinsa Kawasi yang turun langsung di lokasi, dari Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, turut memberikan imbauan agar seluruh pihak mengikuti proses penyelesaian melalui jalur resmi demi menghindari persoalan baru.
Sementara itu, Ady Hi. Adam dari Barah (Barisan Rakyat Halmahera Selatan) turut memberikan apresiasi atas langkah cepat TNI menjaga situasi tetap kondusif.
,“Barisan Rakyat Halmahera Selatan mengapresiasi kehadiran Danramil dan Babinsa yang mampu menenangkan suasana. Kehadiran mereka membuat proses penyelesaian berjalan lebih kondusif,” ujarnya.
Kapten Inf Nursahid memastikan bahwa pertemuan lanjutan akan digelar pada Senin mendatang untuk memastikan tindak lanjut resmi dari pihak perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pemalangan lahan dibuka sementara sambil menunggu komitmen penyelesaian dari PT Harita.
(Tim Red)








