
Patroli86.com ,, Pencegahan dan penurunan Stunting dilakukan melalui pendekatan terintegrasi mencakup intervensi Spesifik ( Nutrisi oftimal, Asi ekslusif, MPASI kaya
Protein hewani, TTD untuk Remaja / ibu hamil, Imunitas lengkap, pemantauan tumbuh kembang ), dan Intervensi sensitif ( perbaikan ) Sanitasi, edukasi pola asuh dan gizi serta komitmen kepemimpinan lintas sektor, demikian dikatakan Kepala Puskesmas Batusuya Rahmad Ramadhan, SKM, Kepada Awak Media Ini, di ruang nya, Jum’at, 12 Desember 2025.
Kapus Batusuya Rahmad Ramadhan, SKM, mengungkapkan, Jadi yang menyasar kelompok prioritas ialah remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak 0 – 59 bulan, program Nasional ini mengandalkan koordinasi pusat daerah – desa dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan SDM sehat dan produktif, jalas Kapus Batusuya Rahmad Ramadhan, SKM.
Kapus Batusuya Rahmad Ramadhan, SKM menambahkan, pada Serta Rapat Evaluasi Hasil Konvergensi Pelaksanaan Pencegahan dan penurunan stunting Tahun 2025 dan Pelaksanaan Konvergensi Tahun 2026 di gedung kasiromu Kantor Bupati Donggala ( Senin, 8/12/2025) lalu
Mengatakan, Sebenarnya Stunting ini baik dan kita harus berkaborasi lintas sektor supaya ini dapat meningkatkan Stunting selanjutnya berkoordinasi dengan Camat, Kepala Desa, Capil yang ada sebagian yang ada di Kecamatan.
Kemudian bagaimana cara nya Dukcapil itu bisa di buka artinya bisa mempermudah akses untuk Pemerintah desa juga supaya bisa ikut kerja sama dalam partisipasi dalam Stunting ini terutama Posyandu, karena tanpa kepala desa juga kita tidak bisa, karena kepala Desa bisa menghimbau masyarakat untuk melayani masyarakat untuk datang ke Posyandu, Karena Stunting di Kabupaten Donggala bisa menurunkan, dan khususnya di Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, harap, Kapus Batusuya Rahmad Ramadhan, SKM. ( HARD).







