
Halmahera Selatan//Patroli86.Com// — Kondisi jalan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kini memprihatinkan. Dari pantauan di lapangan, badan jalan terlihat rusak di sejumlah titik, dengan permukaan aspal yang mengelupas, berlubang, serta dipenuhi kerikil lepas yang membahayakan pengguna jalan,pada saptu/17/Januari/2026.
Kerusakan terlihat cukup panjang, terutama pada jalur utama yang sering dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Pada beberapa bagian, aspal tampak tergerus hingga menyisakan lapisan kasar, sehingga kendaraan harus melambat untuk menghindari tergelincir. Kondisi ini sangat terasa bagi pengendara motor dan mobil, terutama saat membawa muatan hasil tangkapan ikan menuju pasar serta saat pembeli yang hendak membeli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Jalan tersebut tidak hanya menjadi akses menuju TPI Panamboang, tetapi juga merupakan jalur utama yang dilintasi warga dari tiga desa, yakni Desa Panamboang, Desa Sawadai, dan Desa Kubung. Setiap hari, jalan ini digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari pergi ke sekolah, bekerja, berdagang, hingga mengangkut hasil kebun dan hasil laut.
Panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai kurang lebih satu kilometer. Bahkan, sebagian titik kerusakan berada tepat di tengah-tengah permukiman Desa Panamboang, sehingga sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Pengendara yang melintas terpaksa berjalan perlahan karena permukaan jalan tidak rata. Kerikil akhirnya kendaraan yang melintasi jalan tersebut laju kendaraan tidak bisa normal. Warga setempat menyebut, saat musim hujan, jalan ini menjadi lebih berbahaya karena licin dan tergenang air di bagian yang berlubang.
Seorang warga mengaku kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan yang berarti. Jalan tersebut merupakan akses vital bagi nelayan, pedagang ikan, petani, serta masyarakat umum. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan memicu kecelakaan lalu lintas serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada biaya perawatan kendaraan. Banyak warga mengeluh motor dan mobil mereka lebih cepat rusak akibat sering melintasi jalan yang tidak rata dan berlubang.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera turun meninjau kondisi jalan tersebut. Mereka meminta agar dilakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan hanya tambal sulam, karena jalan ini memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga di tiga desa.
Dengan perbaikan yang layak, warga berharap akses jalan ini menjadi lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang kelancaran mobilitas serta distribusi hasil kebun dan hasil laut masyarakat Bacan Selatan.
(Tim Red)







