
Patroli86.com ,, Singkawang, MC – Infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah masih menjadi kebutuhan utama masyarakat Kecamatan Singkawang Selatan.
Hal itu tercermin dalam Musrenbang RKPD Kota Singkawang Tahun 2027 tingkat Kecamatan Singkawang Selatan yang mencatat 262 usulan kegiatan dari empat kelurahan.tuturnya kepada awak media patroli 86 com
Musrenbang yang digelar di Aula Kantor Camat Singkawang Selatan, Senin (2/2/2026), membahas dan menyepakati usulan pembangunan kelurahan untuk diselaraskan dengan prioritas pembangunan Kota Singkawang.
Camat Singkawang Selatan Apriyanto mengatakan, Musrenbang kecamatan menjadi ruang musyawarah untuk merumuskan program prioritas yang berasal dari kebutuhan riil masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai wadah musyawarah masyarakat Singkawang Selatan terkait program prioritas yang tercantum dalam daftar usulan kegiatan pembangunan kelurahan, yang kemudian diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kota nantinya,” ujar Apriyanto.
Ia menjelaskan, dari total 262 usulan, sebagian besar didominasi oleh peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar, seperti pembangunan jalan paving, drainase, dan jembatan.
“Usulan didominasi oleh peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar sebanyak 163 usulan dan peningkatan konektivitas wilayah sebanyak 62 usulan. Yang paling banyak masuk adalah pembangunan jalan paving, drainase, dan jembatan,” ungkapnya.
Adapun rincian usulan berasal dari Kelurahan Sedau sebanyak 94 usulan, Kelurahan Pangmilang 79 usulan, Kelurahan Sijangkung 57 usulan, dan Kelurahan Sagatani 32 usulan. Apriyanto berharap usulan yang telah disepakati dapat direalisasikan sesuai kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti menyebutkan pentingnya Musrenbang sebagai forum partisipatif dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
“Musrenbang memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah pembangunan Kota Singkawang di tahun 2027. Partisipasi semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang efektif dan berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti sejumlah persoalan strategis yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya kemiskinan ekstrem, stunting, dan banjir. Ia menyebutkan bahwa Kecamatan Singkawang Selatan menyumbang 27 persen dari total 195 keluarga miskin ekstrem di Kota Singkawang.
Selain itu, masih terdapat dua kelurahan yang belum bebas dari praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
“Hal ini menjadi tantangan kita bersama yang harus diatasi, tentu dengan merumuskan aksi nyata melalui usulan-usulan dalam musrenbang,” ujar Dwi Yanti.
Di sisi lain, ia menilai Kecamatan Singkawang Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata dan agrowisata.
“Kecamatan ini memiliki pantai, kawasan perbukitan, lahan subur, serta menjadi wajah Kota Singkawang dengan keberadaan bandara,” tambahnya.
Ia pun mendorong seluruh elemen masyarakat turut mengawal pelaksanaan pembangunan serta menjaga lingkungan yang kondusif guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Singkawang Selatan.
Humas Singkawang








