
Patroli86.com ,, Proyek rehabilitasi jembatan di Desa Sungai Nanjung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang belum genap tiga bulan dikerjakan dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga jebol,tuturnya di depan awak media patroli 86 com.
Kondisi ini memicu protes warga serta menimbulkan dugaan kuat adanya penyimpangan spesifikasi teknis, lemahnya mutu konstruksi,serta dugaan kelalaian pengawasan dalam pelaksanaan proyek.tersebut maka masyarakat pertanyakan kepada publik.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Paket Rehabilitasi Jembatan Provinsi Kalimantan Barat Tersebar Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Kalimantan Bara melalui Bidang Bina Marga. Tuturnya
Proyek ini bernilai Rp4.949.718.000, mencakup 14 kabupaten/kota dan 18 ruas jalan provinsi. Penyedia jasa adalah CV Matnor Supervisi Kontruksi Indonesia, dan Konsultan Supervisi: PT Askon Multi KSO PT Tritunggal Rekayasa Khatulistiwa, CV Zentha Multi Prakasa menurut keterangan oleh masyarakat yang tidak kami sebutkan namanya.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jembatan yang jauh dari standar kelayakan Permukaan beton terlihat berlubang, terkelupas, dan mengalami pengikisan serius hingga agregat batuan muncul ke permukaan. Kerusakan tersebut dinilai tidak wajar mengingat usia pekerjaan yang masih tergolong baru selesai di kerjakan
Seorang pengawas lapangan mengungkapkan adanya dugaan pengurangan spesifikasi material besi pada rangka jembatan.
Dalam perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), rangka jembatan seharusnya menggunakan besi ulir ukuran 16 ML, namun di lapangan diduga hanya terpasang besi ukuran 13 ML.yang di gunakan ya itu Di spesifikasi tertulis 16 ML, tapi yang terpasang 13 ML,” ungkapnya kepada publik.
Selain dugaan pengurangan spesifikasi besi, mutu campuran beton juga dipertanyakan. Warga menilai kualitas semen tidak memenuhi standarteknis, terlihat dari beton yang cepat terkikis dan kehilangan daya rekat.menurut pantauan masyarakat setempat itu
( TH )







