
Patroli86.com – Suasana di halaman Kantor Camat Selong mendadak riuh dan penuh warna. Asosiasi Pelaku Industri Kecil Menengah resmi menggelar Bazar Ramadan yang menjadi magnet baru bagi warga sekitar, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadi Wijaya. Kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Dalam sambutannya, Wabup Edwin menyampaikan apresiasi atas inisiatif mandiri yang lahir dari masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bergerak sendiri tanpa kolaborasi berbagai pihak, termasuk asosiasi pelaku usaha.
“Kami mendukung penuh setiap inisiatif yang lahir dari bawah. Pelaku usaha adalah tulang punggung daerah ini,” tegasnya di hadapan para pedagang dan pengunjung bazar.
Bazar Ramadan yang digagas APIKM ini menghadirkan beragam produk, mulai dari aneka takjil, kuliner khas daerah, hingga produk olahan rumahan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Di tengah kemeriahan acara, Wabup Edwin juga mengungkapkan rencana strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk merelokasi pusat kuliner di Kecamatan Selong. Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk membatasi ruang usaha, melainkan bagian dari upaya modernisasi kawasan.
Relokasi itu direncanakan guna menciptakan pusat kuliner yang lebih estetik dan nyaman bagi pengunjung, sekaligus menjadikannya sebagai titik kumpul ekonomi yang lebih terorganisir. Pemerintah berharap, pusat kuliner baru nantinya dapat menjadi destinasi wisata kuliner yang membanggakan di Lombok Timur.
“Ini bukan pembatasan, tetapi penataan agar lebih baik dan terintegrasi,” ujarnya.
Bazar Ramadan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara asosiasi pelaku industri dan pemerintah daerah mampu menciptakan ekosistem bisnis yang sehat. Bagi warga Selong, kegiatan ini menghadirkan dua kabar baik sekaligus: tersedianya tempat berburu takjil berkualitas saat ini, serta rencana pembangunan pusat kuliner yang lebih representatif di masa mendatang.






