
Polres Tabanan – patroli 86.com ,,Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi, S.H., memimpin langsung apel kesiapan pencarian hari keenam terhadap I Made Dibia (84), pendaki lansia asal Br. Dinas Sigaran, Ds. Jegu, Kec. Penebel, Tabanan yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru. Bertempat di titik kumpul Pura Jatiluwih, Desa Wanagiri, Kec. Selemadeg, Kab. Tabanan. Jumat (1/5/2026), Pagi. operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi lintas instansi untuk mengoptimalkan penyisiran di medan yang menantang.
Operasi besar ini mengerahkan 36 personel ahli yang terdiri dari jajaran Polri (Brimob Batalyon B), Basarnas, BPBD Tabanan, PMI, serta dukungan teknis dari SAR Dog Indonesia (SDI) dan relawan masyarakat. Sebelum pergerakan dimulai, keluarga korban bersama tim melaksanakan ritual persembahyangan Ngaturang Guru Piduka di Pura Jatiluwih yang dipimpin oleh Jro Mangku setempat, memohon restu alam demi kelancaran evakuasi.
Strategi pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam empat jalur infiltrasi utama. Jalur pertama menyisir rute Pura Jatiluwih hingga Pal 2, sementara jalur kedua bergerak dari Wongaya menuju titik yang sama. Jalur ketiga difokuskan menuju kawasan Alas Pandan dan jalur keempat melakukan penyisiran mendalam pada lereng sisi timur gunung hingga area sekitar Pura Beji untuk memastikan tidak ada celah yang terlewati.
Kendati telah dilakukan penyisiran intensif dari pukul 09.00 hingga 16.00 Wita, tantangan alam menjadi hambatan utama bagi personel di lapangan. Kabut tebal yang menyelimuti kawasan Gunung Batukaru disertai hujan gerimis yang terus-menerus membuat jarak pandang terbatas dan kondisi jalur menjadi sangat licin, sehingga, hingga sore hari keberadaan korban masih belum ditemukan.
Seijin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Subadi, S.H., menegaskan bahwa, komitmen penuh Polri bersama Tim Gabungan dalam membantu masyarakat, namun tetap memprioritaskan keselamatan tim di tengah cuaca buruk. “Kami mengerahkan segala sumber daya, termasuk anjing pelacak dan tenaga ahli, untuk memastikan setiap jengkal area yang dicurigai telah diperiksa secara saksama,” tegasnya.
Kasiops Basarnas Provinsi Bali, Bapak Juniantara, menutup rangkaian kegiatan hari keenam dengan apel konsolidasi untuk mengevaluasi hasil penyisiran. Kami menyatakan bahwa, upaya tim gabungan selama enam hari terakhir telah dilakukan secara maksimal sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) pencarian dan penyelamatan, meskipun medan dan cuaca memberikan hambatan yang cukup signifikan.”Pungkasnya.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, pencarian hari ketujuh yang jatuh pada esok hari akan menjadi fase krusial sekaligus batas akhir pencarian formal. Rencana operasi esok akan difokuskan kembali pada titik pertemuan terakhir (last known position) korban, dengan harapan adanya tanda-tanda baru yang dapat mengarah pada posisi I Made Dibia sebelum operasi ditutup secara resmi.
Pihak otoritas berharap keluarga korban dapat memahami situasi teknis di lapangan dan menerima kondisi pencarian yang telah mencapai batas maksimal regulasi. Seluruh tim gabungan dijadwalkan kembali berkumpul di Pura Jatiluwih pada pukul 08.00 Wita esok hari untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini dalam situasi yang tetap kondusif dan terkendali.
(Humas Polsek Selemadeg)







