
Patroli86.com – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, menerima audiensi sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO), antara lain Plan International bersama mitranya Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM), Inspire Mataram, dan Perkumpulan Panca Karsa, Senin (3/5).
Audiensi tersebut membahas penguatan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan di NTB.
Dalam pertemuan itu, Sekda menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen NGO dalam mendukung pembangunan di daerah. Ia menegaskan bahwa visi “NTB Makmur Mendunia” tidak dapat dicapai tanpa sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“NTB yang makmur mendunia, tanpa kekerasan, tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan koordinasi dan kerja sama semua pihak dengan tujuan yang sama,” tegasnya.
Sekda menjelaskan, arah kebijakan pemerintah daerah saat ini berfokus pada pembangunan berbasis desa melalui program Desa Berdaya. Menurutnya, ruang kolaborasi dengan NGO terbuka luas dalam mendukung implementasi program tersebut.
“Program Gubernur adalah membangun dari desa, desa berdaya. Di sinilah semua pihak termasuk NGO dapat berperan dan bersinergi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun rasa memiliki terhadap daerah sebagai fondasi keberhasilan pembangunan.
“Yang kita butuhkan bukan sekadar sering rapat, tetapi rasa memiliki terhadap NTB dan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan NTB mendunia dalam hal-hal yang baik,” katanya.
Selain itu, Sekda menambahkan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk menghilangkan sekat-sekat kerja antarinstansi dan pemangku kepentingan.
“Salah satu pesan Presiden adalah membuka kolaborasi dan menghilangkan sekat, sehingga semua pihak bisa bersama-sama membangun,” imbuhnya.
Sementara itu, Area Manager NTB Plan International, Sabaruddin, memaparkan sejumlah program yang telah dan sedang dijalankan di NTB, antara lain pembangunan jaringan air bersih di Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, serta di Bilelando, Kabupaten Lombok Tengah.
Selain itu, pihaknya juga menjalankan program Parents Project untuk pencegahan stunting melalui peningkatan kapasitas kader, serta program pencegahan perkawinan anak dengan melibatkan generasi muda melalui pembentukan satuan tugas edukatif.
“Kami tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas kader dan edukasi masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, Plan International bersama mitra berencana memperpanjang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB melalui nota kesepahaman (MoU) untuk periode tiga tahun mendatang.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan LPSDM, Ririn Hayudiani, menekankan pentingnya pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah.
“Kalau ingin membawa NTB makmur mendunia, maka harus bebas dari kekerasan seksual,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa program LPSDM di NTB difokuskan pada isu kesetaraan gender, pencegahan perkawinan anak, dan kekerasan seksual melalui penguatan kapasitas masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram.







