
Halmahera Selatan – patroli 86.com ,, Direktur Utama PDAM Halmahera Selatan memberikan klarifikasi terkait tagihan rekening air milik pelanggan atas nama Ade Nyong Nafis yang mencapai Rp967.500 pada April 2026 dan sempat menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Dirut PDAM Halsel, tingginya tagihan tersebut terjadi akibat adanya kebocoran pada instalasi air di rumah pelanggan yang tidak disadari dalam waktu cukup lama, sehingga penggunaan air terus tercatat pada meteran.
Ia menjelaskan bahwa persoalan serupa sebenarnya pernah terjadi pada Desember 2025. Saat itu, terdapat kebocoran pipa di rumah pelanggan yang baru diketahui sekitar tiga minggu kemudian, sehingga pemakaian air meningkat cukup signifikan.
“Dalam kondisi seperti ini, air tetap mengalir dan tercatat di meteran meskipun tidak digunakan secara normal oleh pelanggan. Biasanya kebocoran kecil sering tidak disadari sehingga tagihan menjadi tinggi,” jelas Dirut PDAM Halsel, Kamis (14/5/2026).
Dirut menerangkan, pada Januari 2026 pelanggan melakukan pembayaran tagihan untuk periode Desember hingga Februari yang disertai denda keterlambatan pembayaran. Total pembayaran saat itu mencapai sekitar Rp700 ribu.
Selanjutnya, pada Maret 2026 pelanggan kembali melakukan pembayaran sekitar Rp400 ribu. Namun pada saat itu, kebocoran pada keran maupun instalasi air disebut masih terjadi dan belum diketahui oleh pelanggan, sehingga penggunaan air terus meningkat hingga menyebabkan tagihan April melonjak menjadi Rp967.500.
Untuk memastikan persoalan tersebut, pelanggan Ade Nyong Nafis kemudian mendatangi kantor PDAM Halmahera Selatan dan melakukan pengecekan data penggunaan air bersama petugas melalui sistem pembayaran PDAM.
“Pelanggan sudah datang langsung ke kantor dan kami bersama-sama memeriksa data penggunaan air di sistem. Dari hasil pengecekan itu, pelanggan juga membenarkan bahwa memang terjadi kebocoran pada instalasi air di rumah,” ujarnya.
Setelah mengetahui penyebab tingginya tagihan, pelanggan kemudian melakukan perbaikan pada keran dan instalasi air yang mengalami kerusakan. Setelah perbaikan dilakukan, penggunaan air kembali normal dan tagihan pada Mei 2026 juga sudah kembali stabil.
“Setelah kebocoran diperbaiki, pemakaian air pelanggan kembali normal dan tagihan bulan Mei juga sudah normal,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Ade Nyong Nafis juga meminta keringanan pembayaran kepada pihak PDAM Halmahera Selatan. Ia mengusulkan agar pembayaran tagihan bulan April dapat dicicil terlebih dahulu sebesar Rp500 ribu, sementara sisa pembayaran akan dilunasi pada bulan berikutnya.
Permintaan tersebut langsung direspons baik oleh Dirut PDAM Halmahera Selatan sebagai bentuk solusi dan pelayanan kepada pelanggan.
“Atas kebijakan dan keringanan yang diberikan pihak PDAM, saya mengucapkan terima kasih kepada Dirut PDAM Halmahera Selatan karena sudah membantu memberikan kemudahan pembayaran,” ujar Ade Nyong Nafis.
Dirut PDAM Halsel juga mengimbau seluruh pelanggan agar rutin memeriksa kondisi instalasi air di rumah masing-masing guna mencegah kebocoran yang dapat menyebabkan lonjakan tagihan.
Ia meminta pelanggan segera melapor kepada petugas apabila menemukan penggunaan air yang tidak normal atau tagihan yang meningkat secara tiba-tiba, sehingga dapat segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih awal.
“Kami berharap pelanggan lebih memperhatikan instalasi air di rumah. Kebocoran kecil yang dianggap sepele bisa berdampak besar terhadap tagihan. Jika ada lonjakan pemakaian atau tagihan yang tidak normal, segera laporkan agar petugas bisa melakukan pengecekan,” pungkasnya.
PDAM Halmahera Selatan menegaskan akan terus meningkatkan pelayanan serta pengawasan terhadap sistem distribusi dan penggunaan air pelanggan guna mencegah persoalan serupa kembali terjadi di kemudian hari.
(Tim Red)






