
Donggala – Sulteng ,, patroli 86.com ,,
Hadir BNN Donggala Dengan adanya BNN ini kami sangat bersyukur sekali, karena memberikan sosialisasi bahaya narkoba terhadap anak – anak kami juga sangat bersyukur sekali kedatangan mereka merupakan kerja sama kepedulian pemerintah terhadap siswa – Siswi saya, bagaimana agar maksudnya anak – anak kita ini kedepan nya lebih baik lagi, dan terhindar dari bahaya narkoba ini.
Apa lagi marak marak nya jadi kita sama – sama memberantas musuh yang paling bahaya yakni narkoba, demikian dikatakan Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Sirenja Darmawati, S.Pd. Kepada Awak Media Ini, pada acara Sosialisasi BNN Donggala, Rabu, 20 Mei 2026.
Kepsek SMP Negeri 5 Sirenja Darmawati, S.Pd, mengatakan, Ini di ikuti 6 kelas berjumlah 142 Siswa, ( kelas 7 – 9 ), Untuk guru – guru ( 14 orang pengajar ) Semua bersinar artinya bersih dari Narkoba, tegas Darmawati, S.Pd.
Harapan Kepsek SMPN 5 Darmawati, S.Pd, Semoga SMP Negeri 5 kedepan Sirenja ini terhindar dari Narkoba, dan semuanya bersih dari Narkoba, Selain itu
Kami ingin mewujudkan sekolah kami ini adalah sekolah bersinar ( Bersih Narkoba ).
Apa lagi kami setiap hari apel sekolah selalu menyampaikan kepada anak – anak siswa jauhi Narkoba, tegas Kepsek SMPN 5 Sirenja, Darmawati, S.Pd.
Sementara itu usai memberikan arahan sosialisasi bahayanya Narkoba di SMP Negeri 5 Sirenja Kepala Badan Narkoba Nasional ( BNN ) Kabupaten Donggala Krisna Anggara, SH. M.Si, Melalui Markus, S.Kep. Ns, BNN Donggala didampingi Ismail, S.I.Kom, Menyatakan, Dalam rangka melaksanakan penyuluhan Narkoba dalam penyebarluasan informasi P4 GN ( Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) Bidang pencegahan di kalangan Pelajar.
Program ini adalah program Nasional di Indonesia yang di diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional ( BNN ) untuk melindungi masyarakat dari bahaya Narkoba demi mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba ( Bersinar ).
Untuk sekarang kalau kita mau mengharapkan anggaran, itu tidak bisa terlaksana dengan ada efesiensi anggaran, dan ini kita turun jemput bola, karena mengingat dari penelitian tahun 2025, itu, dan kalau di bandingkan penelitian sebelumnya tahun 2023 sekitar 1, 73 % ,itu naik ke 2025 naik ke 4,11%, artinya kalau di angkakan sekitar dari 3,7 juta, naik ke 4, sekian juta.
Jadi hasil penelitian itu bahwa usia yang paling banyak menggunakan pada usia sekolah Antara 15 – 24 lebih, dan untuk menimalisir usia tadi kita bahkan sampai tingkat SD.
Dengan adanya kebijakan antara Kementerian Pendidikan dasar dan menengah dengan BNN, maka kemarin sudah di lounching masalah Ananda di Surabaya yaitu Aksi Nasional Anti Narkotika di mulai dari anak dengan harapan bahwa penyalah gunakan narkoba itu bisa di menimalisir mungkin dengan masuk ke sekolah – sekolah.
Kemudian dasar itulah yang kita sebagai acuan untuk jemput Bola ujar Markus, S.Kep. Ns.
Inipun kami sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Donggala. ( ADM )








