
Halmahera Selatan // Patroli86.com // – Kecelakaan laut (laka laut) terjadi di perairan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Senin (6/7/2026) dini hari. Insiden tersebut melibatkan kapal nelayan KM INKA MINA 778 berkapasitas 37 Gross Ton (GT) dan tongkang yang ditarik kapal tug boat TB KSM 11, mengakibatkan kapal nelayan tenggelam dengan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari awak kapal (ABK) serta sejumlah sumber di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Panamboang, insiden terjadi sekitar pukul 04.12 WIT saat KM Incamina 778 sedang beroperasi di sekitar rompong.
Nahkoda KM INKA MINA 778 menjelaskan bahwa saat berada di sekitar lokasi penangkapan ikan, mereka tidak melihat adanya tug boat maupun tongkang yang sedang melintas. Tidak lama kemudian, kapal nelayan tersebut bertabrakan dengan lambung kanan tongkang yang sedang ditarik oleh TB KSM 11.
Kapten KM INKA MINA 778 menerangkan bahwa kapal sedang berputar mengelilingi rompong ketika menyadari keberadaan tongkang di depannya. Upaya menghindari tabrakan telah dilakukan, namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak lagi dapat dihindari.
Benturan tersebut mengakibatkan lambung kapal mengalami kerusakan parah. Sekitar pukul 06.00 WIT, KM INKA MINA 778 akhirnya tenggelam.
Di sisi lain, pihak TB KSM 11 menyampaikan bahwa setelah mengetahui adanya insiden, mereka segera memendekkan tali towing agar tug boat dapat mendekati tongkang. Selanjutnya, seluruh kru KM INKA MINA 778 dievakuasi sebagai bentuk pertolongan kemanusiaan.
Perwira jaga TB KSM 11 menjelaskan bahwa sekitar pukul 04.15 WIT, juru mudi melihat cahaya yang diduga berasal dari senter atau telepon genggam di atas tongkang. Awak kapal kemudian menunggu hingga kondisi mulai terang untuk memastikan situasi di sekitar tongkang sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.
Akibat insiden tersebut, KM INKA MINA 778 yang mengangkut 13 orang kru dilaporkan tenggelam. Seluruh kru berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan hingga berita ini diterbitkan belum ada laporan korban jiwa.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Selain kehilangan kapal, pemilik dan para nelayan juga mengalami kerugian berupa peralatan serta perlengkapan melaut yang ikut tenggelam, termasuk uang hasil penjualan tangkapan yang belum sempat disetorkan kepada pemilik kapal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, pihak perusahaan yang mengoperasikan tongkang disebut belum memberikan kompensasi kepada pemilik KM INKA MINA 778. Namun, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan laut tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat akan mendalami kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dari masing-masing pihak, guna memastikan penyebab kecelakaan serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Tim Red)






