
BOYOLALI — patroli 86.com ,, 19 Agustus 2026 — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi momen istimewa yang sarat makna. Genap 545 hari memimpin, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan, roda pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa gotong royong dan sinergi kuat antara pemerintah serta seluruh elemen masyarakat.
Dalam upacara peringatan yang dipusatkan di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu pagi, Gubernur Luthfi menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas — simbol nyata bahwa pembangunan Jawa Tengah adalah hasil kerja bersama. Apresiasi tinggi juga diberikan kepada pemerintah kabupaten dan kota yang menorehkan prestasi memajukan daerahnya. Di antara deretan daerah, Kabupaten Semarang tampil sebagai peraih penghargaan terbanyak dengan menyabet tiga penghargaan sekaligus.
Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., menyambut penuh syukur raihan tersebut. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras lintas sektor yang konsisten dihadirkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya seusai rapat koordinasi di Aula Dharma Satya, Kompleks Kantor Bupati Semarang, Rabu sore.
Berikut tiga penghargaan prestisius yang berhasil diraih:
🥇 1. Juara Kategori Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Program kesehatan preventif ini telah menjangkau seluruh 26 Puskesmas di Kabupaten Semarang. Dari sasaran 1.107.450 penduduk, per 13 Agustus 2026 sebanyak 697.318 orang atau 63 persen telah diperiksa — terdiri dari 13.190 bayi baru lahir (80,5%), 59.707 balita dan anak prasekolah (63,3%), 132.782 usia sekolah dan remaja (77,5%), 385.792 dewasa (58,3%), serta 105.847 lansia (64,8%). Capaian tersebut telah melampaui target tahunan sebesar 116,6 persen, atau melampaui sasaran sebanyak 99.295 orang.
“CKG penting karena mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini, sehingga faktor risiko maupun penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih awal,” tegas Bupati Ngesti Nugraha.
🥈 2. Penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD)
Kabupaten Semarang mencatatkan nilai IDSD tahun 2025 sebesar 4,03 — melampaui rata-rata nasional (3,50) maupun provinsi (3,87). Penguatan sektor ketenagakerjaan, akselerasi UMKM melalui penyaluran KUR, hilirisasi riset, dan pencapaian target investasi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.
“Kami fokus pada penguatan tenaga kerja, UMKM, pembiayaan, inovasi, dan investasi. Hingga 2029, kami menargetkan 4.000 peserta pelatihan dan penyerapan 27.600 tenaga kerja,” ungkapnya. Pada 2025, penyaluran KUR tercatat mencapai Rp1,35 triliun kepada 2.516 debitur. Pemerintah juga menargetkan 80 riset, 15 hasil riset yang dikomersialisasikan, serta nilai investasi sebesar Rp5,2 triliun hingga tahun 2029.
🥉 3. Penghargaan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh
Mengusung tema permukiman berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, Kabupaten Semarang menunjukkan praktik terbaik penataan wilayah, antara lain di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, dan Desa Pasekan, Kecamatan Ambarawa. Sebagai bentuk apresiasi, daerah ini mendapatkan dukungan pembangunan jalan dan drainase lingkungan senilai Rp400 juta, diarahkan untuk penanganan kawasan kumuh di RT 30 RW 09 Desa Pasekan seluas 2,2 hektare, yang telah berkontrak pada Juli 2026.
Di sela peringatan HUT ke-81 Jateng, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Pemprov Jateng, dan pemerintah kabupaten/kota se-Jateng terkait sinergi sertifikasi halal. Bupati berharap kerja sama ini semakin memperkuat daya saing UMKM daerah.
“Berbagai capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat ekonomi masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan permukiman, dan meningkatkan daya saing daerah. Pada akhirnya, yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Semarang,” pungkas Bupati Ngesti Nugraha.
( Red/Panji)






