
BALI,, PATROLI 86.COM ,, 24 Agustus 2026 – Dalam mewujudkan komitmennya untuk memajukan ekosistem pembiayaan digital di Indonesia, PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) hadir dan berkontribusi dalam pagelaran Fintech Lending Days (FLD) pada 20-21 Agustus 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Bali Sunset Road Convention Center, Bali. Forum yang bertemakan “Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem,” ini sekaligus memberikan ruang bagi Samir untuk mendapatkan berbagai perspektif dan berdialog untuk membangun jejaring maupun membuka peluang kolaborasi dengan regulator, pemerintah, institusi keuangan, penyelenggara pinjaman daring (pindar), investor, asosiasi, pelaku usaha, media massa, mitra strategis dan masyarakat umum.
Handy Juniandri, Direktur Utama Samir, mengatakan bahwa keterlibatan Samir di forum tahunan AFPI Fintech Lending Days 2026 di Bali menjadi momentum bagi perusahaan untuk ikut menumbuhkan bisnis UMKM lokal melalui layanan pindar. Tercatat, untuk periode Januari hingga Juli 2026, penyaluran pembiayaan Samir di Bali & Nusa Tenggara berhasil mencapai sebesar Rp85 miliar lebih atau tercatat tumbuh 66% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Menurut data, untuk penyaluran pembiayaan secara nasional, Bali & Nusa Tenggara memperlihatkan tren pertumbuhan yang terus positif di mana saat ini sudah berhasil berada di posisi lima besar. Pertumbuhan ini juga sejalan dengan terus bertambahnya jumlah peminjam dari masyarakat maupun para pelaku UMKM di Bali & Nusa Tenggara yang telah menembus hingga lebih dari 17 ribu peminjam dan menegaskan tingkat kepercayaan terhadap layanan pindar Samir ikut meningkat,” kata Handy di Bali.
Kontribusi dari Bali & Nusa Tenggara turut berkontribusi aktif terhadap total penyaluran pembiayaan Samir di seluruh Indonesia yang berhasil mencapai lebih dari Rp2,6 triliun kepada sekitar 600 ribu peminjam per Juli 2026. Secara kumulatif, hingga saat ini Samir sudah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp7,6 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 1,9 juta peminjam.
“Sebagai platform yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK, Samir memandang bahwa pertumbuhan pembiayaan harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang baik, tetap menjaga kualitas pembiayaan dan manajemen mitigasi risiko yang disiplin. Kami percaya, pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa termasuk Bali & Nusa Tenggara, dan penyaluran pembiayaan yang semakin berorientasi pada sektor produktif dalam membantu keberlangsungan bisnis usaha maupun kemajuan ekonomi UMKM,” jelas Handy.
Hingga saat ini, Handy menerangkan, sudah ada sebanyak 11 institutional lender di mana tiga diantaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Kehadiran tiga institutional lender dari perbankan, jelas Handy, semakin memperlihatkan kepercayaan dari korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diimplementasikan oleh Samir semakin kuat.
“Samir sebagai salah satu penyelenggara layanan Pindar di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi alternatif pembiayaan melainkan kini berperan dalam memperluas akses keuangan, mendukung pertumbuhan bisnis UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab. Capaian tersebut menegaskan bahwa Samir telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem jasa keuangan nasional, melengkapi peran perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya dalam menjangkau masyarakat dan para pelaku UMKM yang selama ini belum memperoleh akses pembiayaan secara optimal,” tambah Handy.
Keterangan Foto:
Foto: Handy Juniandri, Direktur Utama Samir (ketiga dari kanan, batik warna hitam) menjadi salah satu panelis utama di Fintech Lending Days 2026
Tentang PT Sahabat Mikro Fintek
PT Sahabat Mikro Fintek adalah perusahaan fintek peer-to-peer lending atau Pinjaman Daring (Pindar) yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK yang fokus untuk memberi perhatian pada karyawan yang berpenghasilan UMR dan UMKM yang membutuhkan modal untuk pengembangan usaha.
Terima kasih







