
Polres Bangli – Situasi keamanan di Kabupaten Bangli terpantau kondusif. Hal itu mengemuka dalam Coffee Morning Analisa dan Evaluasi Gangguan Kamtibmas yang digelar Polres Bangli di Rupatama, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.20 hingga 10.50 WITA ini dipimpin Kapolres Bangli Akbp Anggun Adhika Putra, S.I.K., M.M. Turut hadir Wakapolres Kompol I Gede Sudyatmaja, S.H., M.H., para Pejabat Utama, serta para Kapolsek jajaran. Sebanyak 26 personel mengikuti forum evaluasi dua pekanan ini.
Dalam paparannya, Kapolres merinci perkembangan Kamtibmas pada minggu ke-33 dan minggu ke-34.
Dari sisi kriminalitas, minggu ke-33 tercatat 1 kasus narkotika. Memasuki minggu ke-34, tidak ada laporan kasus baru. Dengan demikian terjadi penurunan 1 kasus.
Angka laka lantas juga ikut turun. Jika pada minggu ke-33 terjadi 6 kejadian, maka di minggu ke-34 tercatat 5 kejadian.
Untuk gangguan Kamtibmas lainnya, ada dua peristiwa yang menjadi atensi. Pertama, kejadian orang gantung diri di Banjar Linjong, Desa Tiga, Kecamatan Susut. Kedua, kebakaran lahan akibat pembakaran sampah di Banjar Petak, Bebalang, Bangli. Dibanding periode sebelumnya, gangguan Kamtibmas turun sebanyak 2 kasus.
“Secara umum situasi Kamtibmas minggu ke-33 sampai 34 nihil kasus menonjol. Fungsi pembinaan dan operasional juga tidak menghadapi kendala yang berarti,” jelas Akbp Anggun.
Kapolres juga menyoroti kondisi ruang tahanan. Per 23 Agustus 2026, jumlah tahanan di Polres Bangli sebanyak 10 orang, terdiri dari 9 laki-laki dewasa dan 1 perempuan. Ia menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pengecekan rutin terhadap tahanan maupun sarana tahanan.
Terkait pengamanan, Polres Bangli sepanjang minggu ini fokus mengamankan dua agenda besar. Yakni rangkaian Bali Movement Festival yang berlangsung 21 sampai 28 Agustus 2026, dan kegiatan Trail Adventure Gasak 2026. Meski situasi dinilai landai, Kapolres tetap menekankan pentingnya disiplin penjagaan Mako sesuai SOP.
Wakapolres Bangli Kompol I Gede Sudyatmaja mengapresiasi kinerja jajaran yang berhasil menekan angka gangguan keamanan. Ia menyebut hal itu merupakan dampak dari patroli rutin, sambang, imbauan kepada masyarakat, pengawasan di titik rawan, dan kecepatan merespons laporan warga.
Ia meminta Kabag Ops segera menyusun laporan anatomi kasus kriminalitas sebagai bahan evaluasi lebih mendalam.
Wakapolres juga mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas di lapangan. “Kasat Binmas agar lebih memberdayakan Bhabinkamtibmas untuk menggali informasi. Selain itu, buat rencana kegiatan Ngopi Kamtibmas bersama Kapolres, dan berkolaborasi dengan Kasat Intelkam untuk menyusun agenda kegiatan masyarakat setiap hari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan personel Opsnal agar terus melakukan pemantauan wilayah guna mencegah potensi tindak pidana.
Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antar satuan fungsi. Setiap bagian diberi ruang menyampaikan kendala dan solusi.
Coffee Morning Anev ini menjadi sarana Polres Bangli untuk memotret situasi Kamtibmas setiap dua minggu sekali. Dengan evaluasi yang rutin, diharapkan langkah pencegahan dapat lebih cepat, tepat, dan membuat wilayah hukum Polres Bangli tetap aman dan kondusif.






