
JAKARTA – Pernyataan Ulta Levenia Nababan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), mengenai proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) di tengah fenomena erupsi enam gunung api di Indonesia menuai sorotan publik.
Unggahan Ulta yang ditangkap media dengan foto bersama Presiden Prabowo Subianto itu diberi caption: “Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah”.
I. ISI PERNYATAAN: “WALAU GAK ADA BUKTI, OTAK SKEPTIS BERPIKIR”
Melalui akun Instagram pribadinya, Ulta mempertanyakan kemungkinan adanya faktor lain di balik erupsi sejumlah gunung yang terjadi hampir bersamaan.
Ia mengaku menyadari pandangannya berpotensi dikategorikan sebagai teori konspirasi. Ulta menyebut dirinya sebagai pribadi yang skeptis dan tidak ingin begitu saja menerima penjelasan yang dianggap umum.
> “Walau gak ada bukti ilmiah yang kredibel, tapi otak skeptis pasti berpikir atau setidaknya entertain pemikiran,” tulis Ulta.
Ulta kemudian mengaitkan HAARP, proyek penelitian ionosfer yang pernah melibatkan sejumlah lembaga Amerika Serikat, dengan spekulasi mengenai kemampuan memengaruhi fenomena alam.
II. KAITCHAN DENGAN ERUPSI 6 GUNUNG & PERTEMUAN RI-RUSIA
Ulta menyoroti fenomena enam gunung api Indonesia yang mengalami erupsi pada periode yang berdekatan. Ia mempertanyakan apakah kejadian tersebut sepenuhnya merupakan fenomena alam atau terdapat kemungkinan lain.
Lebih lanjut, Ulta juga mengaitkan fenomena alam itu dengan pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok. Ulta menyinggung waktu kejadian tersebut dan menghubungkannya dengan fenomena erupsi gunung api yang terjadi setelahnya.
III. REAKSI PUBLIK: DARI “KRITIS” HINGGA “ALAM KENA FITNAH”
Pernyataan pejabat di lingkaran istana ini langsung viral. Netizen terbelah di kolom komentar:
1. Pro-Skeptis: “Bener, kita harus kritis. Jangan langsung telan info resmi”
2. Penolak: “Ini Tenaga Ahli KSP lho. Masa nyebar HAARP. Alam saja kena fitnah”
3. Netral: “Kalau mau bahas, sekalian sertakan data ilmiahnya. Biar tidak menimbulkan kepanikan”
Tagar #HAARP sempat masuk trending karena unggahan ini.
IV. APA ITU HAARP? FAKTA VS TEORI KONSPIRASI
HAARP – High-frequency Active Auroral Research Program
1. Tujuan Resmi: Penelitian ionosfer 80-300 km di atas permukaan bumi untuk komunikasi dan radar. Lokasi di Gakona, Alaska.
2. Pengelola: Dulu AS Militer + Universitas Alaska. Sejak 2015 dikelola sipil untuk riset ilmiah.
3. Fakta Ilmiah: Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kredibel yang membuktikan HAARP dapat memicu gempa, tsunami, atau letusan gunung api. Energi HAARP jauh lebih kecil dibanding energi alam seperti petir namun masih dalam tahapan proses perkembangan.
4. Konteks Indonesia: Indonesia berada di “Ring of Fire” pertemuan 3 lempeng besar. Sehingga aktivitas vulkanik memang tinggi dan dipantau PVMBG.
V. SIAPA ULTA LEVENIA NABAN?
Ulta Levenia Nababan menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama KSP. KSP adalah lembaga di bawah Presiden yang bertugas mengawal program prioritas dan komunikasi kebijakan pemerintah. Karena posisinya, setiap pernyataan Ulta otomatis jadi perhatian publik.
CATATAN REDAKSI: Berita ini disusun berdasarkan pernyataan Ulta Levenia Nababan di akun Instagram pribadinya dan tangkapan layar yang beredar di media. Kami memberikan ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak terkait.









