
MAGELANG – patroli 86.com ,, Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Hal tersebut dilakukan Polresta Magelang melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menggelar Pelatihan Program Paham AI bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Mertoyudan dan SMK Ma’arif Kota Mungkid, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 13.00 WIB tersebut diikuti sekitar 600 pelajar, dengan melibatkan 25 personel Trainer Paham AI Polresta Magelang.
Kabag SDM Polresta Magelang Kompol Andy Wasono, S.Psi., M.Psi., Psikolog, bersama Kasubbag Binkar Bag SDM AKP Anwari dan Kasubbag Dalpers Bag SDM AKP Rohmat Syarifudin turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung. Para peserta terlebih dahulu mengikuti pretest, kemudian mendapatkan materi dan praktik pemanfaatan AI dari Trainer Paham AI Polresta Magelang. Setelah itu, peserta mengikuti posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman yang diperoleh selama pelatihan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada para peserta.
Kabag SDM Polresta Magelang Kompol Andy Wasono mengatakan, perkembangan AI harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan teknologi di masa depan.
“AI ini bukan lagi teknologi yang jauh dari kehidupan kita. Pelajar hari ini sudah berhadapan langsung dengan teknologi tersebut, baik dalam proses belajar maupun dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana menggunakannya secara tepat, kritis, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Andy.
Menurutnya, kemampuan menggunakan AI harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis. Teknologi tidak boleh membuat pelajar kehilangan proses belajar, kreativitas, maupun kemampuan untuk menghasilkan gagasan secara mandiri.
“Kami ingin para siswa memahami bahwa AI adalah alat untuk membantu mengembangkan kemampuan, bukan menggantikan kemampuan berpikir. Gunakan AI untuk belajar, mencari referensi, mengembangkan kreativitas dan produktivitas, tetapi tetap verifikasi informasi dan jangan menjadikan teknologi sebagai satu-satunya sumber kebenaran,” tegasnya.
Andy juga menekankan pentingnya kesadaran terhadap risiko di ruang digital. Kemudahan teknologi, menurutnya, harus disertai tanggung jawab agar AI tidak digunakan untuk menyebarkan informasi yang keliru, melakukan penipuan, perundungan, maupun berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi lainnya.
“Semakin canggih teknologinya, semakin besar pula tanggung jawab penggunanya. Kami ingin membentuk generasi muda yang bukan hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki etika digital, mampu memilah informasi, menjaga keamanan data pribadi, dan memahami konsekuensi dari setiap penggunaan teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, Program Paham AI merupakan salah satu bentuk kontribusi Polresta Magelang dalam menyiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para siswa tidak sekadar tahu apa itu AI, tetapi mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang produktif. Kami ingin teknologi menjadi sarana untuk membuka lebih banyak peluang dan prestasi bagi generasi muda, bukan justru menjadi sumber persoalan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Magelang berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kritis dalam menerima informasi, serta cerdas, etis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan AI.
Seluruh rangkaian kegiatan di SMA Negeri 1 Mertoyudan dan SMK Ma’arif Kota Mungkid berlangsung dengan tertib dan lancar.









