
MAGELANG – patroli 86.com ,, Di tengah musim kemarau yang mulai mengurangi ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah, kepedulian terhadap kebutuhan air bersih warga terus digerakkan. Pemerintah, kepolisian, relawan hingga berbagai organisasi kemasyarakatan bersinergi memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses air untuk kebutuhan sehari-hari.
Polresta Magelang turut mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Melalui personel Sat Samapta, kepolisian membantu proses pendistribusian air bersih kepada warga di Dusun Tegalwangi, Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Sabtu (12/9/2026).
Penyaluran air menggunakan kendaraan AWC Sat Samapta Polresta Magelang tersebut menjadi bagian dari dukungan kepolisian dalam aksi kemanusiaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Sebelumnya, bantuan air bersih secara simbolis dilepas oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji, S.Pt., dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Randu Alas, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur.
Tak sekadar seremoni, bantuan tersebut langsung diarahkan untuk menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Sebanyak 20 truk tangki, masing-masing membawa sekitar 4.000 liter air bersih, disiapkan untuk didistribusikan ke empat kecamatan, yakni Borobudur, Salaman, Tegalrejo dan Pakis. Total bantuan yang disiapkan mencapai sekitar 80.000 liter air bersih.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, musim kemarau yang berlangsung saat ini telah memberikan dampak terhadap ketersediaan sumber air bersih masyarakat.
“Air adalah kebutuhan dasar hidup yang paling utama. Ketika pasokan air menipis, kehidupan sehari-hari dan aktivitas ekonomi warga tentu ikut terganggu,” kata Grengseng.
Menurutnya, persoalan kekeringan tidak dapat ditangani oleh pemerintah seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak agar bantuan dapat bergerak cepat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Grengseng pun mengapresiasi langkah Barisan Muda Peduli Air Nasional (BM PAN), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Borobudur, para relawan serta seluruh unsur yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Aksi nyata hari ini adalah bukti semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang luar biasa. Pemuda dan relawan hadir sebagai garda terdepan untuk meringankan beban sesama,” ujarnya.
Di lapangan, personel Sat Samapta Polresta Magelang turut membantu memastikan proses penyaluran berjalan dengan tertib. Koordinasi dilakukan bersama perangkat desa dan relawan agar bantuan dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan.
Kasat Samapta Polresta Magelang Suyanto, S.H., M.M., mengatakan keterlibatan kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap masyarakat sekaligus sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen yang bergerak dalam penanganan dampak kekeringan.
“Polri berupaya hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kondisi ketika kebutuhan dasar seperti air bersih sangat dibutuhkan. Kami mendukung proses distribusi agar berjalan aman, tertib dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Suyanto, keterlibatan personel di lapangan juga menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat. Kehadiran anggota tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan bersama.
Sementara itu, Bendahara Umum Pemuda Muhammadiyah Pusat Mahendra Setia Atmaja menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh relawan yang telah bersama-sama menggerakkan bantuan air bersih.
Ia berharap kepedulian tersebut dapat terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga menjadi amal kebaikan dan bisa terus dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Kegiatan tersebut turut melibatkan BPBD Kabupaten Magelang, PMI, BAZNAS, MDMC, Bagana, PSTM, Barisan Muda Bantu Rakyat Kota Magelang serta relawan dari berbagai daerah, di antaranya Rembang, Jepara, Temanggung, Kebumen dan Purworejo.
Sinergi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan kekeringan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika sumber air mulai terbatas, kehadiran berbagai pihak menjadi penting agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Selain membantu memenuhi kebutuhan air dalam jangka pendek, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga kelestarian sumber daya air. Upaya tersebut penting agar ketersediaan air tetap terjaga, terutama menghadapi kondisi kemarau yang dapat berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Bagi warga yang terdampak, setiap distribusi air menjadi bantuan yang berarti. Sebab, air bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga menopang aktivitas rumah tangga serta kehidupan sehari-hari masyarakat.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan perhatian di tengah kondisi kekeringan.
Seluruh rangkaian kegiatan pelepasan dan pendistribusian bantuan air bersih berlangsung aman, tertib dan lancar.







