
TEBO: patroli 86 com Kopi Robusta Bukit 30 Tebo turut meramaikan Festival Pesta Rakyat Kopi Kointji 2026, sebuah perhelatan yang dikemas oleh Koperasi ALKO bersama para mitra sebagai ruang pertemuan petani, pelaku usaha, komunitas, koperasi, roastery, barista dan berbagai pihak dalam ekosistem kopi.
Keikutsertaan Kopi Robusta Bukit 30 Tebo menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kopi dari Kabupaten Tebo sekaligus membuka ruang kolaborasi dan peluang pasar yang lebih luas.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan kopi, tetapi juga membawa pesan penting mengenai bagaimana pengembangan komoditas kopi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga hutan dan lingkungan melalui pendekatan konservasi.
Suryono, selaku CEO PT. Alko Sumatra kopi melalui Ediyanto, selaku perwakilan panitia, yabg Notabennya Dewan Kopi Jambi, Saat mendampingi Suryono selalu CEO PT. Alko Sumatra Kopi, menyampaikan bahwa perkembangan industri kopi ke depan memiliki peluang besar apabila dibangun dengan memperhatikan aspek kualitas, kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan.
“Kopi bukan hanya berbicara tentang komoditas dan perdagangan. Di dalamnya ada petani, ada lanskap, ada hutan dan ada masa depan generasi berikutnya. Karena itu, peluang pengembangan kopi harus kita dorong bersamaan dengan semangat konservasi.”
Menurut Ediyanto, kawasan yang memiliki potensi kopi dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi masyarakat tanpa harus menghilangkan fungsi ekologis kawasan.
.”
Ia juga menilai kehadiran kopi dari berbagai daerah, termasuk Kopi Robusta Bukit 30 Tebo, menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi kopi lokal untuk masuk ke jaringan pasar yang lebih luas.
Robusta Bukit 30 Tebo Bawa Cerita dari Hulu
Kopi Robusta Bukit 30 Tebo menjadi salah satu potensi kopi daerah yang terus dikembangkan. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan hasil produksi perkebunan, tetapi juga dengan upaya membangun rantai nilai kopi mulai dari petani (farmer), pengolahan (processor), grading, roasting, cupping hingga barista dan pasar.
Melalui festival, kopi Robusta Bukit 30 Tebo memiliki kesempatan untuk diperkenalkan kepada pelaku industri dan konsumen sekaligus memperoleh masukan mengenai kualitas serta peluang pengembangannya.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena masa depan kopi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya produksi, tetapi juga oleh kualitas biji, konsistensi pascapanen, identitas asal kopi, kemampuan petani memenuhi kebutuhan pasar serta model usaha yang berkelanjutan.
Kolaborasi seperti yang dibangun melalui Festival Pesta Rakyat Kopi Kointji 2026 diharapkan dapat mempertemukan berbagai kepentingan tersebut—petani membutuhkan pasar, industri membutuhkan kopi berkualitas, konsumen membutuhkan produk yang memiliki cerita, sementara lingkungan membutuhkan model pengelolaan yang berkelanjutan.
Shahril RA Permata selaku Kepala Bagian Program dan Manajemen Sepayung Tebo menyampaikan bahwa Kopi Bukit 30 Tebo adalah Kopi dengan segmen Pasar yang lebih luas,
” Alhamdulillah Kabupaten Tebo sudah punya kopi tersendiri namanya “Kopi Sepayung Robusta”, ujar Shahril.
“Kehadiran Kopi Robusta Bukit 30 Tebo di Festival Pesta Rakyat Kopi Kointji 2026 menjadi langkah untuk memperkuat posisi kopi Tebo dalam peta perkopian di propinsi Jambi”, ungkap Shahril
Lebih jauh Shahril mengatakan bahwa festival ini menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa kopi dan konservasi bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama ketika petani memperoleh manfaat ekonomi dan lingkungan tetap menjadi bagian dari perencanaan usaha.
Sebagaimana semangat yang dibawa dalam kegiatan ini, pengembangan kopi diharapkan mampu bergerak dari hulu ke hilir, memperkuat petani, membuka peluang pasar dan pada saat yang sama menjaga keberlanjutan lanskap tempat kopi itu tumbuh.
“Kopi Robusta Bukit 30 Tebo — dari kebun, menjaga alam, membangun ekonomi, menuju pasar yang lebih luas”, tegas Sahril.
( Helmi jimy)









