
Banyumas Patroli86.com – Pelaksanaan Pemilu Legislatif dari mulai tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat dan pemilihan Presiden yang tidak lama lagi akan diselenggarakan di tahun 2024, dimana pengakuan terhadap hak hak dasar warga negara yang diatur dalam pasal 22E UUD 1945 yang menyatakan Pemilu untuk memilih anggota DPR,DPD,PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN dan juga DPRD diselenggarakan berlandaskan asas Langsung, Umum, Bebas,Rahasia, Jujur dan Adil setiap lima tahun sekali.
Maka atas dasar seperti itulah hari ini Rabu 09 Februari 2023 bertempat di aula kelurahan Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas, BAMBANG HERIYANTO BACHRUDIN (BHB ) anggota DPRD Privinsi Jawa Tengah yang juga ketua komisi C dan ketua fraksi PDI PERJUANGAN DPRD JAWA TENGAH melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang bagaimana penguatan demokrasi daerah dalam pemilu dan demokrasi.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Panwas dan PPK wilayah dapil 1, 2 dan 6 Dapil Kabupaten Banyumas,beserta para undangan lainnya dari tokoh tokoh masyarakat Banyumas.
Adapun sebagai tamu dan nara sumber yang hadir selain BHB sendiri adalah Ahmad Rofik S.Sos M.A dosen politik Fisip Universitas Jendral Sudirman( Unsoed ), Imam Arif Setiadi Msi ketua KPU Banyumas dan Ahmad Nurkhayadin Tenaga Ahli DPR RI
Pada kesempatan pertama sebagai pembicara adalah Ahmad Nurkhayadin selaku tenaga ahli DPR RI menyampaikan bagaimana tentang pentingnya pemilu dan demokrasi yang bisa dilaksanakan oleh masyarakat daerah khususnya di kabupaten Banyumas.
Ahmad Nurkhayadin menyampaikan tentang apa itu demokrasi, demokrasi pancasila adalah pelaksanaan demokrasi yang mengutamakan asas musyawarah mufakat untuk kepentingan bersama seluruh rakyat yang bersumber pada kepribadian dan juga falsafah hidup bangsa Indonesia, Demokrasi adalah juga merupakan bentuk pemerintahan dimana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan.
Bambang Hariyanto Bachrudin ( BHB ) menyampaikan tentang apa yang menjadi dinamika pelaksanaan pesta demokrasi pada pemilu sebelumnya di tahun 2019 hingga 2024, dimana di tahun 2019 adalah tahun pelaksanaan pemilihan umum anggota DPR,DPD,dan DPRD serta Pilpres serentak,sedangkan tahun 2020 adalah tahun pelaksanaan pilkada serentak dan tahun evaluasi dan penyusunan UU bidang Politik,tahun 2024 adalah tahun pelaksanaan pemilihan serentak nasional Pilpres, Pemilu anggota DPR,DPD,DPRD serta Pilkada serentak.
BHB juga menyampaikan tentang apa yang kemungkinan bisa menjadi potensi ancaman pelaksanaan pemilu diantaranya penyebaran radikalisme ditengah masyarakat,fanatisme pendukung yang berlebihan,minimnya ide dan gagasan dari para calon dalam berkampanye,netralitas penyelenggara,black campaign atau kampanye hitam,kesejangan ekonomi masyarakat dan juga kualitas masyarakat dalam menggunakan hak politiknya yang masih rendah
Hal seperti itulah yang disampaikan oleh BHB tentang pentingnya demokrasi yang harus dimiliki dan diketahui oleh masyarakat daerah,khususnya banyumas yang merupakan daerah wilayah pemilihannya nanti
Ahmad Rofik S.Sos MA yang merupakan dosen fakultas politik Fisip Unsoed menyampaikan apa yang nantinya menjadi tantangan demokrasi ini yang menyangkut Radikalisme,politisasi identitas, berbagai cara atau upaya agar calon nantinya bisa terpilih, ekonomi media melalui pemberitaan mengenai politik sebagai komoditas atau komodifikasi
Imam arif setiadi yang merupakan ketua KPU Banyumas sebagai pembicara terakhir, menyampaikan hal hal detail tentang tantangan tantangan yang mungkin dihadapi di pemilu 2024 diantaranya: Pemilu dan Pemilihan serentak, maraknya disinformasi dan berita bohong atau Hoax,menggilanya politik uang, penyalahgunaan politik identitas,bencana alam dan kondisi ekonomi yang tidak menentu
Iman Arif juga menyampaikan beberapa hal yang nantinya akan dihadapi oleh KPU dikarenakan untuk pemilu dan pemilihan serentak dilaksanakan di tahun yang sama di tahun 2024 antara lain : pemakaian anggaran negara yang besar dikarenakan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024,potensi konflik horizontal karena banyaknya kontestan,tingkat kejenuhan masyarakat yang berdampak pada turunnya partisipasi,dan kerumitan penyelenggara serta pemangku kepentingan atas tahapan pemilu dan pemilhan yang berhimpitan
Joko salah satu PPK yang hadir pada acara sosialisasi ini kepada media patroli86.com mengatakan “dirinya sangat senang atas diadakannya kegiatan seperti ini,yang nantinya bisa dijadikan tambahan ilmu untuk menghadapi pemilu 2024” ujarnya
( SUGIMAN/ RED )








