
Patrili86.com, Jambi – Jalan penghubung Kabupaten Tanjab Timur di Kecamatan Berbak dengan Kecamatan Suak Kandis, Kabupaten Muara Jambi mengalami kerusakan yang parah juga licin. Terlebih saat musim penghujan, seperti beberapa hari terakhir ini.
Hal ini tentunya sangat berefek bagi para pengunjung yang ingin berziarah ke situs Makam Orang Kayo Hitam dan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS).
Dua lokasi ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan religius dan pencinta alam di Provinsi Jambi dan sekitarnya.
Warga kecamatan Berbak kabupeten tanjung Jabung Timur saat dimintai keterangannya oleh media ini, Andre (26) mengakui selaku pengunjung wisata meski kampungnya yang selama ini didatangi oleh masyarakat luar kabupaten, bahkan provinsi lebih memilih transportasi air karena kondisi jalan Berbak menuju Kumpeh rusak parah.
Terlebih di antara Suak Kandis ke Kumpeh, Muara Jambi yang notabene adalah jalan provinsi Jambi penghubung dua kabupaten, ungkap Andre.
“Padahal banyak orang ziarah ke Makam Rangkayo Hitam dan ke Hutan Taman Nasional TNBS. Tapi orang lebih memilih jalur air atau sengaja memutar melalui ibu kota kabupaten Tanjabtim walaupun jaraknya cukup jauh,” kata Andri, kamis (27/12/2023).
Hal senada juga diungkapkan Tarmizi warga Kumpeh, menurut Tarmizi kampungnya sejak ia hidup belum pernah disentuh aspal maupun rigid beton meski banyak hal menarik di Berbak dan daerah Simpang yang banyak dikunjungi para peziarah dan wisatawan, hanya ada beberapa meter saja aspal bisa dirasakan yakni di atea jembatan Berbak, ungkapnya.
“Dari Sayo kecil belum pernah melihat jalan dikampung ini di aspal, kalau pengerasan jalan sudah ada cuma ini butuh pengerasan lagi karena sudah lembek tanah dan membuat masyarakat banyak jatuh saat naik motor,” ujar Tarmizi.
Menurutnya, kerusakan jalan ini sangat berefek negatif bagi ekonomi dan pendidikan anak. Sebab perkembangan ekonomi masyarakat sangat terganggu dari kondisi jalan, hasil panen pertanian warga harus di bawa memutar melalui kabupaten lain, Sedangkan anak sekolah harus rela berkotor-kotor pergi kesekolah dengan kondisi jalan berlumpur dan licin.
“Kalau jalan sudah elok (Bagus) pasti ekonomi warga terbantu dan anak sekolah semakin mudah dan tidak kesulitan saat pergi sekolah. Apalagi masyarakat luar pasti lebih banyak berkunjung kesini kalau jalan provinsi ini segera diperbaiki,” kata Tarmizi.
Tarmizi berharap, pihak petinggi di Kabupaten Muaro Jambi, dan Provinsi Jambi bisa memperhatikan kondisi jalan penghubung antar dua kabupaten ini, jika selalu terjadi pembiaran, berarti Pemkab dan Pemprov sengaja pembiaran kemiskinan bagi perekonomian warga di Poris jalan ini, perbaikan selama ini hanya oleh para pengusaha perkebunan di sekitar saja, selama ini para petinggi kabupaten dan provinsi terkesan tidur, tutup Tarmizi.
Media ini sempat mengobrol dengan salah seorang pengunjung makam seorang paru baya Yakub yang menurutnya selalu rutin membacakan ayat suci Al-Quran di situs Makam Orang Kayo Hitam, yang merupakan makam salahsatu Raja Jambi.
Menurut Yakub “Kita kebetulan hari ini datang naik pompong dari Suak Kandis karena jalan tidak bagus dan sudah rusak parah, kalau jalan bagus kami naik motor,” ujar Yakub, penziarah asal Kecamatan Kumpeh.
Pantauan media ini dilapangan, benar menemukan jalan yang sudah rusak parah kondisinya, dari Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, menuju kecamatan Berbak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, tampak lobang-lobang besar menganga di sepanjang perjalanan yang merupakan jalan provinsi penghubung dua kabupaten. Kerusakan jalan ini berkisar 30 Km menuju arah ibukota Kabupaten Tanjabtim.
Hamdi Zakaria








