Boyolali,,PATROLI86.COM,,Kasus penganiayaan oknum TNI terhadap sejumlah para pengendara motor brong menjadi viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/12).
Komandan Kodim 0724 Boyolali Letkol inf Wiweko Wulang Widodo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini ada 15 prajurit TNI yang menjalani pemeriksaan di Denpom IV/4 Surakarta.
“Sebagaimana video yang beredar, pada hari Sabtu (30/12) telah terjadi kasus penganiayaan secara bersama sama yang diduga dilakukan oleh oknum TNI terhadap rekan kita warga sipil. Seizin pimpinan, kami sampaikan bahwa kasus tersebut benar adanya. Dan pelakunya adalah beberapa oknum anggota dari Yonif 408/Suhbrastha.”

Lanjut Wiweko, saat ini Denpom IV/4 Surakarta masih memintai keterangan kepada para anggota untuk kepentingan proses hukum.
Terkait kronologi kejadian dan motif peristiwa latar belakang terjadinya kasus penganiayaan, Wiweko menuturkan jika penganiayaan tersebut terjadi secara spontan.
Terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
“Peristiwa terjadi pada Sabtu kemarin pukul 11.19 WiB, di depan asrama kompi B Yonif Raider 408/SBH, saat beberapa anggota melaksanakan olahraga bola voli, kemudian mendengar suara bising yang membuat tidak nyaman dari beberapa sepeda motor dengan knalpot Brong
Mereka melintas secara terus menerus dan berulangkali, sehingga menggangu ketertiban dan kenyamanan lingkungan” pungkas Komandan Kodim.
Melihat keriuhan tersebut beberapa anggota secara spontan keluar dari asrama untuk mencari sumber suara.
Mereka kemudian mengingatkan dan meminta para pengendara motor brong membubarkan diri. Saat itulah mulai terjadi kesalahpahaman yang berbuntut penganiayaan kepada para pemotor bising tersebut.
“Setelah penganiayaan beberapa korban dibawa ke RSU Pandanaran. Saat ini, lanjut dia, masih ada 2 orang yang menjalani rawat inap,” kata Komandan Kodim.
Permasalahan tersebut, lanjut Dandim sudah ditangani Polisi Militer Denpom IV/4 Surakarta. Pihaknya juga membantu pengobatan para korban yang masih dirawat di rumah sakit.
Total jumlah korban saat ini, kata dia, ada 7 orang. 5 orang sudah pulang dan rawat jalan, dan 2 lainnya rawat inap. Ia juga membantah beredarnya kabar hoax, yang menyebut salah satu korban meninggal.
“Tidak ada korban yang meninggal. Kami menyesalkan dan menyayangkan kejadian kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kita terhadap masyarakat. Komitmen pimpinan TNI AD akan menegakkan aturan hukum sesuai hukum yang berlaku.”
Maka, lanjut dia, siapapun oknum yang terbukti bersalah, akan diambil langkah dan tindakan secara profesional dan proporsional.
Ia juga menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi manakala ada berita hoax
“Marilah kita tetap damai dengan menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan di Kabupaten Boyolali,” ungkap Komandan Kodim.
Jatmiko








