
Patroli86.com, Jambi — Tertantang adrenalin oleh VN Kades Rantau Jaya yang mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan desanya yang bersumber dari DD sudah diperiksa pihak Inspektorat dan seakan bersih tidak ada temuan dari pihak Inspektorat, Hamdi Zakaria aktivis lingkungan Provinsi Jambi berencana bakal mencari kebenaran dengan melayangkan sebuah laporan.
Menurut Hamdi Zakaria, semua RAB pembangunan termasuk RAB pekerjaan desa, yang oleh tenaga ahlinya , tentunya memakai standar rumus PUPR no 28 tahun 2016, ungkap Hamdi.
Suatu RAB yang dirancang dengan kira-kira atau perkiraan, yang mana material juga upah pekerja, yang dipastikan diatas kiraan pasti realisasi.
Jika suatu pekerjaan ini, dianalisa memakai standar rumus pelatihan PNPM tahun 2011, maka dugaan Mark up akan tergambarkan, karena rumus ini merupakan rumus ril, pemakaian material yang pasti, karena hitungan matematikanya hukum pasti.
Minsal pekerjaan jalan beton dengan volume 100x4x0.20 akan ditemukan isi pasti dari volume 80 meter kubik isi. Pada polume isi ini, disitulah smen, pasir dan keril.
Jika volume isi 80 dikalikan dengan rumus, maka hasilnya merupakan jumlah sak smen.
Jumlah sak smen, dikali standar adukan, hasil dibagi dengan rumus, maka itulah jumlah kubikasi pasir. Demikian juga selanjutnya, sehingga jumlah ril material terpakai akan nyata, jadi jika dikalikan dengan satuan harga barang, tentulah mendapatkan hasil jumlah pengeluaran nya yang ril. Disini nantinya akan kita temukan dugaan sisa anggaran yang tidak terpakai.
Terkadang, sisa anggaran ini yang semestinya menjadi calon Silpa fisik desa, yang rentan berkurang utuh menjadi Silpa akhir tahun desa.
Jadi, jangan sampai, tim kami bisa membuktikan adanya dugaan penyimpangan penggunaan anggaran di desa nantinya, yang membuat corong baru bagi kami mempertanyakan kepiawaian pihak tim ahli auditor Inspektorat yang tidak ada temuan di desa Rantau Jaya, tantang Hamdi Zakaria, didepan para tim gabungan aktivis Provinsi Jambi, yang bakal siap turun jika dibutuhkan.
Hamdi Zakaria sempat melayangkan sentilannya “jika pihak auditor Inspektorat tidak ada temuan di Desa Rantau Jaya, berkemungkinan ada dugaan indikasi main mata tu” gurawan Hamdi Zakaria dengan gerah.
Media berupaya meminta tanggapan Kades Agus via WA terkait pemberitaan.
Sampai berita dilansir, tanggapan dari kades juga belum ada, jawaban dari kades Agus akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya sebagai bentuk berita yang berimbang.
Tim







