Indonesia – PATROLI86.COM – menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza antara Israel dengan Hamas, Pihak kedua juga menyepakati pertukaran tahanan.
Pemerintah Qatar, selaku mediator perundingan, mengumumkan kedua pihak menyetujui poin-poin kesepakatan gencatan senjata tiga tahap, Meski begitu, kesepakatan itu baru berlaku pada Minggu (19/1/2025).
Perayaan pengumuman perjanjian gencatan senjata antara Hamas dengan Israel di Deir Al-Balah, Jalur Gaza, 15 Januari 2025. Terdiri dari tiga fase, gencatan senjata pertama akan dimulai dengan penarikan militer Israel dari Gaza, dilanjutkan pembebasan sandera Israel yang ditahan Hamas, dan terakhir diizinkannya bantuan kemanusiaan masuk Gaza.

Gencatan senjata Gaza yang dicapai pada Rabu, 15 Januari 2025, itu harus menjadi momentum mewujudkan Palestina menjadi negara merdeka.
“Kini Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Gaza, seperti selama ini didorong Indonesia serta masyarakat internasional. Implementasi kesepakatan tersebut harus segera dilaksanakan dan secara menyeluruh demi menghentikan korban jiwa di Gaza,”.
Bukan hanya itu, Indonesia juga menekankan pentingnya pemulihan kehidupan masyarakat di Gaza yakni dengan dibukanya akses seluas-luasnya bagi penyaluran bantuan kemanusiaan, termasuk pemulihan peran badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA serta rekonstruksi Gaza.
Selanjutnya, kesepakatan gencatan senjata tersebut harus ditindaklanjuti dengan pengakuan Palestina sebagai negara merdeka. Hanya dengan kemerdekaan Palestina, penderitaan yang sudah dirasakan rakyatnya akan berakhir.,
“Perdamaian di Palestina tidak dapat dicapai tanpa penjajahan Israel, serta berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, sesuai solusi dua negara berdasarkan parameter internasional yang telah disepakati”
Redaksi








