
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Kedatangan Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE di dampingi Direktur BNPB Pusat Andria Yoferryzal ( Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat )dan rombongan, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Ir. Aktris Patah Yunus, M.M dan rombongan, Kadis Sosial Provinsi Sulteng Diwakili Kabid Penanggulangan Bencana dan dapur Umum Tagana Dinas Sosial Provinsi Sulteng Gafar Ketua DPRD Donggala Taufik dan Anggota dewan Mas Ali, Sekda Donggala Dr H. Rustam Effendi,S.Pd. SH. M.A.P, Kepala Dinas PUPR Donggala Moh.Kadir dan rombongan, Binamarga provinsi Sulteng, Kepala BPBD Donggala Abd. Muin dan Rombongan, Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K dan Rombongan, Dandim 1306 / Palu Letkol Inf. Yudhi Hendro Prasetyo di wakili PLH Kasdim 1306/Palu Mayor Inf Tommy Hariyanto, Camat Tanantovea Anwar, Kapolsek Labuan Iptu Moh Savar dan personil, Kabag OPS Kapolres Donggala AKP Umar dan personil, Anggota TNI AL Lanal Palu, Kades Wombo Rubert, Kades Wombo Kalonggo Zulfikar, Pasi Ter Kodim 1306/ Kota Palu Kapten Inf Edi Rriado, Korwil Pendikan Kecamatan Tanantovea Adam, Bagian Kesehatan Tanantovea, di sambut hangat oleh masyarakat Desa Wombo dan desa Wombo Kalonggo yang kena dampak bencana Banjir Bandeng.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni SE dan rombongan mengunjungi secara langsung ke Sekolah – sekolah, ke rumah – rumah warga, Jembatan yang terputus( sementara dibangun ) kemudian menghampiri di setiap warga yang berdampak, Bupati Donggala Vera Elena Laruni SE berkata kepada masyarakat Yang sabar Ya.kemudian Bupati Donggala Vera Elena Laruni SE dan rombongan menuju tempat pertemuan Rapat Penanganan Darurat Bencana Banjir Bandang di gedung SDN Tanantovea.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE, usai rapat Kepada Awak Media ini, Senin, 2 Juni 2025 Mengatakan, Yang mana BNPB Pusat Maupun BPBD Provinsi banyak memberikan perhatian positif buat kami dan pada saat ini terus terang kesediaan dana untuk bencana sangat terbatas dan Alhamdulillah BNPB Pusat sudah memberikan bantuan yang cukup banyak Kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni SE.
Kemudian tadi beliau PaK Direktur BNPB Pusat memberitahukan bahwa akan ada bantuan Rumah bagi yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.
Kemudian lagi Pak Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Anwar Hafid Alhamdulillah terima kasih banyak pak Gubernur sudah banyak bantuan baik berupa air bersih , Jembatan yang sudah sementara di buat, dan bahkan Bantuan 1 yunit Mobil Ambulans melalui Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara Dr. Ir. Aktris Patah Yunus, M.M meminta langsung ke Putra Pak Gubernur Sulawesi Tengah Fatur pada datang ke lokasi tempat bencana di pos bantuan pusat di kantor desa Wombo serta beri bantuan sembako dan lainnya.
Lanjut Bupati Vera Elena Laruni SE, Sehingga semuanya di beri umur yang panjang sehingga senantiasa dilindungi oleh Allah SWT ujar Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE.
Di hari yang sama dalam pertemuan Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Banjir Bandang Di Kecamatan Tanantovea, BNPB Pusat Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat Andria Yoferryza Menerangkan, Bantuan untuk rumah rusak akibat Banjir Bandang di bedakan berdasarkan tingkat kerusakan ya itu Berat (60 juta), Yang Sedang (30 JT ) dan yang ringan (15 JT ). Bantuan rumah rusak berat biasanya di hitung dengan nominal lebih besar, di ikuti Rumah rusak sedang, dan rumah rusak ringan dengan nominal lebih kecil.
BNPB ( Badan Nasional Penanggulangan Bencana ) memberikan bantuan berupa stimulan dana untuk perbaikan rumah terang Direktur BNPB Pusat.
Jadi sumber bantuan ini biasanya berasal dari APBN ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ) yang di alokasikan oleh BNPB.
Lalu Bantuan ini juga bisa berasal dari APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) atau sumber Dana lainnya.
Korban Bencana Banjir Bandang wajib melaporkan kerusakan ke pihak terkait, seperti RT/ RW, desa atau BPBDsetempat, Verifikasi kerusakan : pihak terkait akan melakukan Verifikasi kerusakan rumah untuk menentukan kategori kerusakan dan besaran bantuan yang akan di berikan. Setelah itu verifikasi selesai,warga akan menerima bantuan stimulan dana melalui mekanisme yang telah di tetapkan oleh BNPB atau instansi terkait.
Hal yang lain terkait untuk buat jembatan warga Kades harus siap 2 Batang kelapa di buat jembatan darurat dan itu akan di bayar Bu Bupati, tinggal Pak Kades mengarahkan warganya.kemudian pihak keamanan dari TNI dan POLRI akan mengawal, mengawasi dan membantu untuk memotong Batang kelapa sehingga kerja sama nya itu diharapkan, karena ini kesempatan penanganan Darurat Bencana, karena kalau sudah lewat hangus tegas Ketua DPRD Donggala Taufik.
Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K. MH dengan tegas akan mengawali dan mengawas serta membantu, dan kita kerja sama Dengan TNI dan POLRI dan dinas terkait semoga bisa berjalan dengan baik dan lancar tegas Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K
MH.
Hal senada juga dari TNI Dandim 1306 / Kota Palu Letkol Inf Yudhi Hendro Prasetyo di wakili Mayor Inf Tommy Hariyanto PLH Kasdim Kodim 1306/ Kota Palu, kami sangat merespon demi untuk kepentingan dan kelancaran dalam membantu menangani dan mengawasi bagi masyarakat terdampak bencana Banjir Bandang dan kami siap bekerja sama dengan POLRI.
Bersamaan itu Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Ir. Akris Patah Yunus, M.M sejak hampir setiap hari ada di lokasi Bencana Banjir Bandang guna untuk memantau secara langsung keberadaan masyarakat, pendataan secara akurat bagi korban bencana banjir Bandang, serta yang memberi bantuan maupun yang penyerahan bantuan bersama BPBD Donggala Abd. Muin.
Sekda Donggala Dr. H. Rustam Effendi, S.Pd.SH.M.A.Pelapor ke Direktur bahwasanya saat ini Kondisi yang telah kita lihat secara langsung di lokasi Bencana Banjir Bandang, penanganan secara nasional Darurat Bencana untuk Banjir Bandang di desa Wombo dan desa Wombo Kalonggo memperpanjang penanganan Darurat sampai tanggal 10 Juni 2025. ujar Sekda Donggala Dr. H. Rustam Effendi, S.Pd. SH.M.A.P.( HARD ).








