
Usama Aden: “Jangan Korbankan Mahasiswa!”
Halmaherah selatan//patroli86.com//Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Alkhairaat Labuha melontarkan kecaman keras terhadap keputusan Yayasan Alkhairaat yang secara sepihak mengangkat H. Muhammad Thoriq Kasuba, Lc., MA sebagai Ketua STAI. Mereka menilai pengangkatan ini cacat prosedur karena dilakukan tanpa mekanisme pemilihan oleh Senat Perguruan Tinggi dan tidak didukung oleh legalitas hukum yang sah.
Usama Aden, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Hukum Islam, mengecam keras tindakan yayasan yang dinilainya telah mencederai regulasi Kementerian Agama Republik Indonesia serta mengancam hak dan masa depan akademik mahasiswa.
,“Jangan korbankan mahasiswa! Pengangkatan sepihak tanpa dasar hukum yang jelas bukan hanya cacat prosedur, tetapi juga merugikan kami yang sedang menyelesaikan studi akhir,” tegas Usama.
Menurutnya, pengangkatan tersebut dilakukan tanpa musyawarah dan persetujuan Senat Perguruan Tinggi, sebagaimana yang telah diatur dalam pedoman Kopertais Wilayah VIII serta surat edaran resmi Kementerian Agama. Hal ini berpotensi menimbulkan konflik struktural dan ketidakpastian hukum di lingkungan kampus.
, “Kami bukan alat politik. Jangan ulangi praktik-praktik kotor yang biasa terjadi saat Pilkada. Mahasiswa tidak bisa dibungkam oleh manuver elitis,” tambahnya.
Empat Tuntutan Mahasiswa
Para mahasiswa menyampaikan empat tuntutan pokok sebagai respons atas peristiwa ini:
- Transparansi dari Yayasan Alkhairaat mengenai dasar hukum dan alasan pengangkatan Ketua STAI tanpa mekanisme Senat.
- Tindakan cepat dari Kopertais Wilayah VIII dan Kementerian Agama RI untuk menyelidiki dan menyelesaikan pelanggaran aturan yang terjadi.
- Pertanggungjawaban dari H. Muhamad Thoriq Kasuba dan pihak Yayasan atas konsekuensi hukum dan administratif yang dirasakan mahasiswa.
- Penegakan hukum dan tata kelola kampus yang adil, bebas dari intervensi politik dan kepentingan kelompok tertentu.
Para mahasiswa juga menyoroti potensi dualisme kepemimpinan kampus yang dapat berdampak serius terhadap validitas akademik, proses yudisium, hingga keabsahan ijazah mahasiswa.
Isu ini mencerminkan kekhawatiran lebih luas terkait lemahnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perguruan tinggi Islam di daerah. Mahasiswa STAI Alkhairaat menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan siap menggelar aksi terbuka jika tuntutan mereka tidak segera ditanggapi.
“STAI Alkhairaat bukan milik elit yayasan, tapi milik umat dan mahasiswa. Kami akan terus mengawal proses ini sampai keadilan ditegakkan,” tutup Usama Aden.
(Sulfi/patroli86.com)









