
Solok Patroli86.com
20/08/2025
Sudah 18 bulan berlalu sejak Afdal Hasri Putra alias Dadang (29) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, namun hingga kini misteri kematiannya masih belum terungkap. Peristiwa tragis ini meninggalkan luka mendalam sekaligus pertanyaan besar bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dadang sebelumnya dilaporkan hilang usai berada di sebuah pencucian mobil di Jalan Raya Cupak – Solok, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Enam hari kemudian, jasadnya ditemukan di bak mobil tronton yang biasa di bawanya, dengan kondisi leher terikat tali. Mobil tersebut terparkir di depan rumahnya di Jalan Gajah Mada, Jorong Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.
Menurut hasil otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar, kematian Dadang dikategorikan tidak wajar. Namun, hasil otopsi menyatakan tidak bisa di simpulkan penyebab pasti kematiannya. Hal inilah yang membuat keluarga, terutama ibunda almarhum, Tuti Mulyani, terus menaruh harapan agar keadilan bisa ditegakkan.
Tim gabungan media bersama keluarga sempat mendatangi Satreskrim Polres Solok untuk meminta kejelasan dan percepatan proses penyelidikan. Pihak kepolisian, melalui Kanit Reskrim, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan berjanji akan mengusut tuntas demi memberikan jawaban kepada keluarga.
Keluarga berharap, kebenaran atas kematian Dadang dapat segera terungkap, sehingga misteri yang menggantung ini tidak terus menjadi tanda tanya.
“Karena dengan di jemputnya mobil yang biasa di kendarai Dadang ke cucian di Cupak itu menurut logika yang jarak tempuhnya lebih kurang 60KM, jika Almarhum Dadang sudah berada disana terikat dengan tali, maka kemungkinan sampai di rumahnya Alahan Panjang lehernya sudah putus
Dengan kejadian seperti itu, sangat banyak yang di rasa janggal proses penyelidikan kematian Almarhum ini” ungkap ibunya Almarhum
Tim







