
Patroli86.com, Tanjab Timur – Telah diberitakan media ini pada edisi lalu, terkait Box Coulvert Desa Karya Bakti yang diduga Mark up.
Seperti pengecut dan tidak tau aturan, Kades Karya Bakti malah memuat klarifikasi pemberitaan melalui media lain.
Disini media sedikit menjelaskan terkait RAB pekerjaan Box Coulvert, Desa Karya Bakti, RT 01 TA 2024 dari dana BKBK di kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjab Timur, Provinsi Jambi, dengan volume 4x3x2 anggaran 80 jutaan lebih, seperti yang dibuat oleh Desa Karya Bakti ini.
Untuk membuat RAB Box Culvert ukuran 4x3x2 meter, menurut tim ahli bangunan kepada media mengatakan, kita perlu menghitung biaya material box culvert itu sendiri, beton, besi, Papan cor, triplek dan paku juga kawat ikat besi, upah tenaga kerja, biaya peralatan, biaya mobilisasi, dan biaya tak terduga lainnya dan honorer TPK Desa, juga termasuk pembayaran pajak PPH dan PPN 11.5 Persen dari anggaran.
Langkah-langkah Penyusunan RAB Box Culvert seperti:
Identifikasi Kebutuhan:
Tentukan spesifikasi detail box culvert yang dibutuhkan, termasuk dimensi (panjang, lebar, tinggi), kekuatan beton, dan apakah sesuai standar.
Hitung Kebutuhan Volume:
Volume Box Culvert: Untuk satu unit box culvert berukuran 4 meter (panjang) x 3 meter (lebar) x 2 meter (tinggi), volume per unit adalah 4 x 3 x 2 = 24 m³.
Kebutuhan Material: Hitung jumlah unit box culvert yang dibutuhkan dan material pendukung seperti beton (jika perlu pengecoran di lokasi), pasir, kerikil, besi, hingga produk precast beton itu sendiri.
Alat Berat jika diperlukan,
Biaya sewa alat berat seperti excavator.
Biaya Tak Terduga:
Sebagian kecil dari total biaya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.
Jadi berdasarkan analisa Tim, pekerjaan box coulvert ini diduga Mark up dan sisa anggaranya cukup Pantastis.
Tim teknik yang diminta untuk menganalisa, mengatakan Mark up dan sisa anggaran yang cukup Pantastis, ungkap tim ahli.
Kepada pihak Inspektorat Tanjung Jabung Timur, diharapkan, saat tim auditor pemeriksaan, benar benar jeli, tim ahli yang ikut turun saat audit, benar benar bisa menghitung RAB anggaran desa Karya Bakti ini, mengingat dugaan sisa anggarannya cukup pantastis, jangan sampai ada celah indikasi korupsi.
Masyarakat menginginkan, sisa dari anggaran, benar benar menjadi Silpa desa diakhir tahun anggaran.
Kades karya Bakti, saat dikonfirmasi via watshap, belum memberikan tanggapan atau jawabanya. Saat ditanya berapa Silpa fisik pekerjaan ini, kades juga belum memberikan jawaban.
Jawaban dari kades, akan dimuat pada pemberitaan media ini, guna penyajian pemberitaan yang berimbang di media ini.
Hamdi Zakaria








