
Halmahera Selatan // patroli86.com // – Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) bersama Persatuan Hukum Advokat Indonesia (PHAI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, kamis/25/9/2025 , terkait pelantikan empat kepala desa oleh Bupati Halmahera Selatan. Pelantikan tersebut memicu polemik karena keempat kepala desa sebelumnya SK-nya telah dibatalkan oleh putusan PTUN.
Dalam aksi itu, massa diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Halsel Muslim Hi. Rakib, didampingi Ketua Komisi I Hi. Munawir Kasuba serta beberapa anggota DPRD Halmahera Selatan. Massa aksi meminta dilakukannya hearing terbuka.
Dalam hearing tersebut terjadi perbedaan pernyataan antara Ketua Komisi I Hi. Munawir Kasuba dan Wakil Ketua I DPRD HS Muslim Hi. Rakib. Munawir Kasuba menyampaikan bahwa saat ini Komisi I masih melakukan telaah terkait kisruh empat kepala desa. Sementara Muslim Hi. Rakib menyatakan masalah ini akan segera dibawa ke unsur pimpinan agar secepatnya dilakukan rapat pimpinan DPRD bersama pimpinan fraksi untuk memutuskan apakah dikeluarkan rekomendasi atau menggunakan hak angket.
Pernyataan kedua pimpinan ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan di Komisi I DPRD Halsel dalam penanganan kasus empat kepala desa. Presiden BARAH Ady Ngelo menilai, “Masa dalam satu lembaga tapi berbeda pandangan terkait penanganan kasus empat kepala desa. Ini jelas-jelas seluruh anggota Komisi I lewat Ketua Komisi sudah terjadi barter politik karena Ketua Komisi I Munawir Kasuba adalah sepupu dari Bupati Bassam Kasuba.”
Ketua PHAI Safri Nyong, S.H., menambahkan hal serupa. Menurutnya, pihaknya menyimpulkan bahwa seluruh anggota Komisi I sudah “masuk angin.” Namun ia mengapresiasi Wakil Ketua I DPRD halsel atas sikapnya. “Sejujurnya kami mengapresiasi kepada Wakil Ketua I atas keinginan baiknya untuk mempercepat materi tuntutan massa aksi. Hari ini kalau sepuluh orang saja anggota DPRD Halsel punya mental dan nurani seperti Wakil Ketua I maka DPRD secara kelembagaan dipastikan terjamin integritasnya,” ujar Safri Nyong.
(Tim Red)





