
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Dapur MPG ( Makan Bergizi Gratis) merujuk pada dapur – dapur yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis ( MBG), yang di harapkan dapat meningkatkan Gizi anak – anak, selain itu juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal.
Namun yang di harapkan dua titik dapur desa Dampal dan Desa Tondo Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, hingga kini belum direalisasikan demikian di katakan ketua titik dapur MBG Desa Dampal Ibu Misnah Kepada Awak Media Ini, Sabtu, 4 Oktober 2025.
Ibu Misnah
mengungkapkan, Sejak awal pertama kami direkrut untuk jadi relawan, kami sudah di janjikan kemudian dalam satu Kecamatan Sirenja, Kami ada dua titik dapur salah satunya adalah Titik dapur MBG Desa Dampal dan titik Dapur MBG Desa Tondo, Ujar Ibu Misnah.
Pasalnya beberapa desa yang di rekrut itu menjadi relawan ikut memasak, juga tergabung relawan Pelita Prabu Center 08.
Lalu Pemanfaatan dan jumlah penerima Manfaat yang ada di Kecamatan Sirenja itu lebih dari 10 ribu pemanfaat, dan 47 orang untuk desa Dampal.
Jadi secara Keseluruhan itu ada 801 relawan yang di rekrut, kata Misnah.
Kami berharap agar titik dapur di desa Dampal Dan Desa Tondo, secepatnya di realisasikan harap Ibu Misnah sambil bersedih.
Dihari yang sama Ketua Titik dapur MBG Desa Tondo
Masna mengatakan, Mulai dari data titik dapur desa Tondo di masukkan lewat Adminnya Bapak Vendor, dan kami juga pernah telpon orang DPP yakni Ibu Sri, bahwa titik dapur desa Tondo dan Desa Dampal Kecamatan Sirenja itu tidak pernah di masukan datanya sampai sekarang terang Ibu Sri kepada Ibu Masna
Kemudian sudah jalan I tahun setengah data sudah di berikan kepada Adminnya, lalu kami menelpon Admin Pusat bahwa desa Dampal dan Desa Tondo Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, itu tidak masuk ke Admin nya, alasan nya mereka tidak tahu, yang penting data yang masuk cuman ada beberapa desa yakni Desa Lombi, Desa Lakea Satu, Desa Toelei, dan Desa Lalombi.
Kami berharap dan kami menghimbau pihak dari MBG di percepat Dapur Kami, karena kami juga di desak harap Masnah.
Masna.
Dan sekali lagi Kami berharap semoga titik dapur kami direhab harap Ibu Masnah.
Juga di katakan Nursyam salah satu pengurus titik dapur desa Dampal, berharap, dan apa lagi kami punya Kesepakatan antara Kepala Sekolah dengan pemodal nya atau Vendor. Dan kami berharap kiranya desa Tondo dan desa Dampal Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala untuk segera direalisasikan, karena selama ini kami sudah lama menunggu tutur Nursyam.
Kemudian kami juga di arahkan lagi untuk berkoordinasi dengan. pemerintah Kecamatan, Kemudian untuk sekolah SMA, SMP, SD dan TK semua sudah di lakukan.
Salah satu Vendor Pelita Prabu Center 08, PT Grup Subur Bahagia menyatakan, jadi saya menanggapi hal ini dari Admin sampai tingkat atas itu tidak sejalan, artinya saling melempar, dan tidak tanggung jawab menurut Vendor Bakri.
Jadi semuanya ini juga bagian dari mereka yang juga korban, apa saya juga sudah 8 Bulan ini dan hampir bersamaan dengan mereka, dan saya sudah membangun untuk dapur saya 2 yunit.
Padahal saya sudah siapkan uang, namun sampai 3 bulan uang ku, ku kembalikan, karena tidak ada juga eksen nya dan tidak jelas ujar Vendor Bakri.
Vendor menegaskan, Padahal di rumah itu saya bawa uang dan saya bilang tinggal kau bagi ini duit, yang penting sudah lolos Verifikasi, ada Id Card, bawa pulang uangnya sehingga sampai hari ini, jangankan air bahkan air mata mereka ini yang setiap saat, sedih dengan perjuangan nya belum lagi desakan orang, sehingga tidak tertahankan dengan air matanya, saya pun sering didatangi saya tidak menjawab.
Karena saya juga bagian dari mereka, bahkan saya ini orang tua tidak bisa bicara dua kali tegas Vendor.
Vendor Bakri berkata , yah kalau saya sih menilai dari sisi ini, mereka, ini pantas kalau dia kecewa, karena kenapa,? Karena sudah satu tahun.
Sementara saya lagi merehap dapur setelah selesai dan tuntas saya akan ketemu dengan ketua Yayasan pak Albert untuk membicarakan masalah mereka ini, terutama Kecamatan Sirenja, yakni Desa Dampal dan Desa Tondo. Kata Vendor Bakri.
Vendor mengatakan, karena dia merasa bahwa selama ini pro aktif, Koperatif dalam hal membangun organisasi, Koperatif, koordinasi dengan DPW, tapi ujung – ujungnya apa yang di harapkan mereka tidak ada Kunjungan datang jelas Vendor. ( HR).







