
Banjarbaru, Kalimantan Selatan – patroli86.com ,, Publik Kalimantan Selatan dibuat bertanya-tanya: mengapa PT. Borneo Indobara memilih bungkam seribu bahasa terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang menjadi polemik? Hingga detik ini, tak ada klarifikasi resmi dari pihak perusahaan, memicu spekulasi liar dan tudingan miring.
Seperti yang telah diberitakan, Komisi III DPRD Kalsel telah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 30 September 2025 untuk membahas ketidakjelasan penggunaan dana CSR oleh PT. Borneo Indobara. Namun, hingga kini, hasil RDP tersebut masih belum jelas.
Masyarakat Tanah Bumbu yang seharusnya menjadi penerima manfaat dana CSR tersebut merasa diabaikan dan dipermainkan. Mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas dari PT. Borneo Indobara.
Namun, alih-alih memberikan penjelasan, pihak PT. Borneo Indobara justru memilih untuk bungkam. Sikap ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar di benak publik.
– MENGAPA PT. BORNEO INDOBARA DIAM SERIBU BAHASA?
– APAKAH ADA YANG DISIMPAN?
– APAKAH DPRD KALSEL KECELONGAN DALAM MENGAWASI DANA CSR INI?
Masyarakat pun mendesak DPRD Kalsel untuk bertindak tegas dan tidak membiarkan PT. Borneo Indobara meremehkan lembaga legislatif. Mereka meminta agar DPRD Kalsel segera memanggil paksa pihak PT. Borneo Indobara untuk memberikan penjelasan.
“Jangan biarkan PT. Borneo Indobara meremehkan kami! Kami ingin keadilan ditegakkan, dan dana CSR kami dikembalikan untuk kepentingan masyarakat,” tegas seorang tokoh masyarakat Tanah Bumbu.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT. Borneo Indobara terkait tudingan tersebut. Masyarakat Tanah Bumbu mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Semoga kebenaran segera terungkap ya! Masyarakat berhak tahu kemana dana CSR mereka dialokasikan. Jangan biarkan kasus ini menguap begitu saja.
BERSAMBUNG…
(Red/Team)







