
Ternate,Maluku utara //patroli86.com// —
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat Maluku Utara terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Cuaca buruk ini ditandai dengan gelombang tinggi disertai angin kencang di sejumlah wilayah perairan provinsi tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir, sehingga perlu diwaspadai secara serius.
,“Dalam beberapa hari ke depan, wilayah perairan Maluku Utara berpotensi dilanda gelombang tinggi dan angin kencang. Kami mengimbau agar masyarakat nelayan, pemilik kapal, serta pengguna jasa transportasi laut menunda sementara aktivitas pelayaran, terutama di perairan laut lepas dan pesisir yang rawan,” ujar Iwan Ramdani.
Basarnas Ternate juga mengimbau masyarakat pesisir dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di pantai, seperti berenang, memancing, maupun wisata bahari, hingga kondisi cuaca kembali membaik.
Selain itu, operator kapal dan pihak pelabuhan diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG serta memastikan alat keselamatan di kapal dalam kondisi baik dan lengkap sebelum berlayar.
Melalui konfirmasi dari Pos SAR Halmahera Selatan, himbauan serupa juga disampaikan khusus kepada masyarakat pesisir di wilayah Halmahera Selatan. Pos SAR menegaskan bahwa gelombang tinggi dan angin kencang juga berpotensi terjadi di perairan Bacan, Obi, Kayoa, dan sekitarnya, sehingga seluruh aktivitas pelayaran maupun nelayan diminta untuk menunda kegiatan melaut.
,“Kami dari Pos SAR Halmahera Selatan menegaskan agar seluruh masyarakat pesisir tetap waspada. Jangan memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca tidak mendukung. Keselamatan adalah yang utama,” demikian imbauan dari Pos SAR Halmahera Selatan yang diteruskan kepada patroli86.com.
Basarnas juga mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir di beberapa wilayah daratan.
Setiap kejadian yang berpotensi membahayakan jiwa manusia dapat segera dilaporkan melalui nomor darurat 115 atau langsung ke Kantor SAR Ternate maupun Pos SAR Halmahera Selatan terdekat agar tim dapat segera melakukan tindakan pertolongan.
,“Keselamatan jiwa manusia adalah prioritas utama. Kami siap siaga 24 jam untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” tegas Iwan Ramdani.
Dengan imbauan ini, Basarnas berharap masyarakat Maluku Utara, khususnya di wilayah Halmahera Selatan, dapat meningkatkan kewaspadaan, menunda aktivitas berisiko, dan selalu mengikuti informasi resmi dari Basarnas dan BMKG selama periode cuaca ekstrem berlangsung.
(Tim Red)








