
Seragi LamSel, Patroli86.com
pembangunan SDN Bandar Agung kecamatan Seragi Kabupaten Lampung Selatan, dengan nilai anggaran lebih dari Rp…. menjadi sorotan publik. Pasalnya, di lapangan ditemukan indikasi kelalaian dalam penerapan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Pemasaran Bata Drainase nya tidak di gali , alias pemasangan Bata hanya nempel di tanah.
Pantauan awak media di lokasi, para pekerja terlihat menjalankan aktivitas konstruksi tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, seperti helm, sepatu safety, sarung tangan, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Kondisi ini dinilai ironis mengingat proyek tersebut dibiayai dari anggaran Ratusan Juta rupiah, namun tidak sepenuhnya memperhatikan keselamatan pekerja dan Kepala sekolah SDN Bandar Agung , Rabu ( 8/10/2025 )
K3 merupakan ketentuan penting yang diatur dalam undang-undang dan wajib diterapkan dalam setiap kegiatan konstruksi.
Tujuannya untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja serta menjamin keselamatan seluruh tenaga kerja di proyek.
Ketika dikonfirmasi terkait temuan ini, kepala sekolah SDN Bandar Agung Marti , menepis bahwa itu ada yang mengawasi, bahkan Marti menantang dengan mengucapkan sikahkan di beritakan saja Mas kalau itu tidak benar, kabkan Marti berucap kalau itu salah nanti yang di salahkan adalah pengawasnya.
Silahkan Mas beritakan saja, nantikan yang disalahkan pengawas nya, kan dia datang tiap minggu mengontrol orang yang kerja. Di satu sisi pekerja lapangan mengakui bahwa pelaksanaan APD di proyek tersebut memang ada, tapi malas memakainya dan karena tidak ada teguran oleh kepala tukang dan Kepala sekolah.
Sungguh di sayangkan, Pembangunan bernilai 718.190.395,00 , Tujuan pemerintah agak pembangunan gedung Sekolah tampak kokoh, namun kenyataan di kapangan pengerjaanya tidak maksimak.
Kami harap pihak Dinas Pendidikan Lampung selatan segera memanggil Kepala Sekolah dan memberikan sangsi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kelalaian ini. Publik berharap agar proyek dengan nilai fantastis tersebut tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga memprioritaskan keselamatan para pekerja dan kwalitas Bangunan.









