
Kabupaten Cirebon – patroli86.com ,, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aspiratif Pengusaha Kecil (ASPEK) Istimewa dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten/Kota se-Jawa Barat menghadiri undangan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan ( BP TASKIN ) yang berkolaboratif dengan Kementrian Pertanian, Kementrian Koperasi , Badan Gizi Nasional dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP TASKIN) dalam rangka peluncuran program penerapan teknologi pertanian melalui metode satu kali tanam empat kali panen ( T1P4K ) pada Sabtu (11/10/25) di lapangan sepak bola Pasalakan, Jalan Kigede Wesaguna,Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Dalam upaya mendorong percepatan pengentasan kemiskinan berbasis aglomerisa terhadap pertanian melalui penerapan skema semi closed loop suply chain ( sclsc ) berbasis Koperasi Multi Pihak Pengentasan Kemiskinan ( KMP- TASKIN ) dalam sektor sembilan industri pertanian salah satunya adalah industrialisasi pertanian yaitu penanam satu kali panen empat kali ( T1P4K ) skema ini dirancang untuk memperkuat ekosistem lokal melalui integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir yang melibatkan kelembagaan masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah.
Program tersebut inisiasi dan digagas oleh Dian Anggraeni selaku Ketua HKTI Jawa Barat sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Aspiratif Pengusaha Kecil Istimewa program ini dirancang berkolaboratif bersama kementrian pertanian , kementrian koperasi , Badan gizi nasional dan Badan Percepatan pengentasan kemiskinan ( BP Taskin )
Program ini di luncurkan menindaklanjuti nota kesepemahaman BP Taskin dan pemerintah daerah dalam wilayah aglomerasi wilayah Cirebon raya yang meliputi kabupaten cirebon ,kota cirebon kabupaten Indramayu ,kabupaten kuningan jawa barat dan kabupaten Brebes jawa tengah.
Dalam kesempatan yang sama Bapak kepala badan percepatan pengentasan ( BP TASKIN ) Budiman Sudjatmiko menyerahkan SK Kemenkumham atas pendirian Koperasi Multi Pihak Pengentasan Kemiskinan (KMP Taskin) kepada Ketua Dian Anggraeni.
“Mari kita mulai revolusi pertanian berbasis teknologi dan koperasi. Dari sawah kecil ini, akan lahir harapan besar bagi petani Indonesia semoga program ini dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan di desa,” pungkasnya.
“Petani harus kaya jangan miskin,” tegas Dian dihadapan para petani, pelaku UMKM, pengurus Koperasi dan organisasi kemasyarakatan.
Perkumpulan Aspiratif Pengusaha Kecil (ASPEK) Istimewa adalah perkumpulan pengusaha kecil, petani, pedagang dan pelaku UMKM lain nya senantiasa turut hadir dan mengapresiasi sekaligus siap dilibatkan dalam mensosialisasikan dan implementasi program tersebut yang berkelanjutan dalam rangka memastikan stabilisasi pasokan pangan yang berkualitas dan pendistribusian pangan dengan harga murah di Jawa barat
Riyanto Basyar Soelaksono Ketua Umum bersama jajaran pengurus DPP dan seluruh DPD Kabupaten/Kota Se Jawa Barat hadir sebagai bentuk kepedulian kepada daerah se-Jawa Barat untuk mensosialisasikan KMP Taskin dan program dalam percepatan dan mengentaskan kemiskinan, agar para petani menjadi kaya dan sejahtera. (*)







