
Semarang – patroli86.com.,, Isu dugaan penistaan agama yang diduga melibatkan seorang pengusaha tempat hiburan di Kabupaten Semarang, berinisial IBO, tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Sejumlah tokoh dan warga menyoroti penanganan kasus tersebut serta menyerukan agar proses hukum dijalankan secara transparan tanpa ada upaya menutup-nutupi.
Dony Wahyudi C PEM akrab di sapa Om Dony menyebut, bila tuduhan itu terbukti benar, kasus ini berpotensi menjadi perhatian luas, bahkan bisa berdampak hingga ke tingkat internasional. “Wah, bila memang benar apa yang dituduhkan itu terbukti, bisa-bisa Ibo Bos Paradise menjadi sorotan dunia, karena menyangkut agama terbesar di dunia,” ujarnya, Selasa (4/11).
Om Dony menegaskan pentingnya peran media dalam mengawal proses penyelidikan agar tidak berkembang menjadi isu SARA yang dapat memecah belah masyarakat. “Kita lihat nanti kinerja dari polisi seperti apa. Saya minta rekan-rekan wartawan terus kawal kasus ini dan berikan informasi yang akurat dan edukasi kepada publik agar isu Sara ini tidak menjadi bola liar di masyarakat,” tegasnya.
Terkait kabar adanya upaya mediasi di tingkat Polsek yang disebut dihadiri pejabat Polres Semarang, sejumlah pihak mempertanyakan langkah tersebut. “Kalau benar perkaranya penistaan agama, tentu yang dirugikan umat agama yang dinistakan. Lalu kenapa ada upaya damai? Saya saja umat beragama, kok tidak diajak damai,” ujar sumber lain dengan nada heran.
Om Dony menjelaskan “jika memang sudah ada mediasi yang di jembatani Pihak Polsek dan di hadiri salah satu wakil dari Polres Semarang serta kepala Desa setempat, ini malah mengundang pertanyaan besar bagi saya karena proses pemeriksaan belum selesai kok sudah ada upaya damai kan lucu, apa yang di pertikaikan belum terbukti benar salah nya kok sudah muncul isu RJ (Restoratif Jastis) , maka hal itu perlu diklarifikasi oleh aparat penegak hukum. “Kalau sudah ada yang dianggap bersalah saat mediasi, berarti tanpa dicari pun sudah ketemu pelakunya, kan? Logika dong, Tapi biarlah masyarakat bisa menilai sendiri kinerja APH,” imbuhnya.
Om Dony juga memberi support kepada rekan-rekan wartawan yang di tuduh dengan isu miring terkait tindak pidana pemerasan, rekan-rekan wartawan tidak perlu panik dan cukup membuktikan kebenaran di hadapan publik. “Kalau memang tidak melakukan, ya buktikan saja. Jangan terlalu menanggapi hal yang tidak penting,” ucapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus dugaan penistaan agama tersebut. Publik berharap aparat dapat bekerja profesional dan transparan dalam menangani isu yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial ini.








